BERITA

Penguatan Kapasitas Perangkat Daerah Terkait Pengintegrasian Data Spasial KOTAKU melalui Sistem Informasi Geografis (SIG)

Senin, 17 Oktober 2022   eve   426  

Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) adalah satu dari sejumlah upaya strategis Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk mempercepat penanganan permukiman kumuh di Indonesia dan mendukung Gerakan 100-0-100, yaitu 100 persen akses universal air minum, 0 persen permukiman kumuh, dan 100 persen akses sanitasi layak. Penanganan KOTAKU di Kabupaten Sumbawa telah berlangsung sejak tahun 2015 dan dalam pelaksanaan kegiatan perencanaannya mengandalkan Sistem Informasi Geografis (SIG), ini dilakukan untuk membantu penyesuaian/revisi kegiatan yang telah dilaksanakan maupun membandingkan suatu area sebelum dan sesudah diintervensi oleh kegiatan KOTAKU. Program KOTAKU merupakan kelanjutan dari Program PNPM Perkotaan yang telah dicanangkan sejak tahun 2007.

Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Bappeda Kabupaten Sumbawa bersama Tim Pokja Perumahan dan Kawasan Permukiman (POKJA PKP) dan Tim KOTAKU mengadakan pelatihan penguatan kapasitas Perangkat Daerah terkait pengintegrasian data spasial KOTAKU melalui GIS, bertempat di Ruang Bidang IK Bappeda Sumbawa pada hari Kamis 15 September 2022. Dalam sambutannya Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Bappeda Kabupaten Sumbawa, Wahyu Indrajaya, S.T., menjelaskan bahwa selain membantu dalam  visualisasi,  Sistem  Informasi  Geografis  (SIG)   juga   dapat   digunakan  sebagai  Decision  Support  System  (DSS)  untuk membantu  proses  pengambilan keputusan berdasarkan analisis geospasial dalam perencanaan dan program yang akan dilaksanakan oleh pemerintah daerah. SIG akan menginput berbagai data kemudian diolah menjadi sebuah data yang dapat berguna dalam proses perencanaan program kerja.

Sebagai tindak lanjutnya, Pemerintah Daerah dan Tim Operator GIS akan melakukan review shp sesuai dengan SK Penetapan Lokasi Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh yang telah terbit dan akan melakukan review terhadap SK tersebut berdasarkan hasil deliniasi yang telah disesuaikan kembali dan juga melakukan sosialisasi mengenai Kebijakan Satu Peta (SK Penetapan Lokasi Perumahan Kumuh dan Kawasan Kumuh menjadi data Informasi Geospasial Tematik Kumuh Nasional). Mengingat pentingnya pemanfaatan GIS ini perwakilan dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman mengharapkan agar pelatihan ini dapat diselenggarakan secara rutin tiap 3 bulan sekali sehingga ilmu yang didapat mampu diaplikasikan sesuai dengan tugas dan fungsi dari masing-masing ASN.

  • Share on :

  • Berita Lainnya
  • Workshop Demplot Agroforestri: Elaborasi Inovasi dan Pembangunan Terpadu untuk Keberlanjutan Sumbawa

    Workshop Demplot Agroforestri Program CERAH di Sumbawa resmi dibuka dengan semangat kolaborasi antara pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat. Hari pertama diisi dengan diskusi inspiratif tentang konsep IAD Sumbawa, praktik agroforestri untuk menjaga DAS, serta pentingnya melibatkan perempuan dan generasi muda dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan ekonomi daerah.

    Progress Per Juni 2026 : Bersama Membangun Sumbawa Unggul, Maju dan Sejahtera

    Pemerintah Kabupaten Sumbawa di bawah kepemimpinan Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P. dan Drs. H. Mohamad Ansori terus menunjukkan komitmen dalam mewujudkan pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Hingga Juni 2026, berbagai program unggulan telah berjalan dan memberikan manfaat nyata, mulai dari pembangunan infrastruktur irigasi dan jalan, peningkatan pendapatan daerah, penciptaan tenaga kerja unggul, penguatan UMKM dan investasi, perlindungan sosial pekerja rentan, pemberian insentif bagi tokoh agama, hingga dukungan pendidikan melalui Kartu Sumbawa Pintar (KSP). Berbagai capaian tersebut merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk mewujudkan visi besar β€œSumbawa Unggul, Maju dan Sejahtera”, melalui pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.