Sumbawa, SelarasNews.id – Sekolah rakyat merupakan sebuah program pendidikan inklusif berasrama yang menyasar anak-anak dari keluarga miskin ekstrem. Keberadaan sekolah ini membantu mengurangi angka putus sekolah dari keluarga prasejahtera.
Pemerintah melalui Kemensos RI resmi meluncurkan sekolah rakyat, sekolah ini bertujuan untuk mewujudkan generasi emas 2045 dan pemerataan akses pendidikan bagi masyarakat prasejahtera.
Baca juga : Sekolah Rakyat: Wujudkan Generasi Emas 2045 dan Setarakan Pendidikan Keluarga Prasejahtera
Program ini merupakan inisiatif Presiden Prabowo Subianto sebagai bentuk keberpihakan pemerintah terhadap kelompok rentan dalam mengakses pendidikan berkualitas.

Sekolah Rakyat didesain sebagai pendidikan gratis berasrama dari jenjang SD hingga SMA dengan penguatan karakter, kompetensi dasar akademik dan pembinaan kedisiplinan.
Di sekolah ini siswa juga mendapatkan layanan kesehatan gratis, fasilitas modern dan berbagai kebutuhan sehari-hari yang ditanggung penuh oleh Negara.
Baca juga : Pastikan Pendidikan Layak Bagi Masyarakat Kurang Mampu, Bupati Sumbawa Resmikan Sekolah Rakyat
Kepala Bappeda Kabupaten Sumbawa, Dr. Dedi heriwibowo melalui Kabid Pemerintahan dan Pembangunan Manusia (PPM) Bappeda Kabupaten Sumbawa, Dr. Rusmayadi, yang ditemui media ini din ruang kerjanya pada Kamis, (04/12) mengatakan ini merupakan bentuk konkret dari upaya presiden dalam memuliakan anak dari masyarakat prasejahtera dan mempersiapkan mereka berperan dalam Indonesia Emas 2045.
“Program ini mengadopsi kurikulum nasional yang dikombinasikan dengan pendekatan kontekstual sesuai kebutuhan dan lingkungan siswa,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya SR ini bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan melalui Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) dengan fasilitas di sekolah tergolong lengkap dan modern.
“Setiap siswa tinggal di asrama terpisah antara putra dan putri, dengan fasilitas tempat tidur susun, lemari pribadi, meja belajar, toilet dan shower terpisah di luar kamar. Begitu juga dengan fasilitas belajar dan pendukung lainnya sangat memadai,” jelasnya.
Baca juga : Dominasi Produksi NTB, Bappeda Sumbawa Dorong Hilirisasi Rumput Laut
Kemudian seluruh siswa juga mendapat pemeriksaan kesehatan gratis, termasuk pengecekan mata, gigi, tinggi badan dan tekanan darah secara berkala.
“Sekolah rakyat ini menerapkan kurikulum merdeka yang juga digunakan sekolah umum. Namun, metode pembelajaran memanfaatkan teknologi Learning Management System (LMS) yakni sistem berbasis web untuk merencanakan dan memantau kegiatan belajar siswa;” tutupnya. (SN/01)
Rapat Koordinasi Studi Strategi Penanggulangan Kemiskinan Melalui Pemanfaatan Pekarangan di Kabupaten Sumbawa yang dilaksanakan pada Selasa 9 Juni 2026 di Aula Bapperida Kab. Sumbawa.
Sosialisasi proyek SPAM Berinsila dan Aite di Kabupaten Sumbawa menegaskan komitmen pemerintah dalam memperluas layanan air minum melalui pendanaan APBN dengan cakupan teknis yang mencakup rehabilitasi pipa, perluasan jaringan distribusi, serta penambahan sambungan rumah. Bupati Sumbawa menekankan pentingnya sinergi seluruh pihak untuk memastikan mutu, ketepatan waktu, dan keberlanjutan layanan, sementara Bapperida menegaskan perlunya pengawasan rutin agar manfaat proyek benar-benar dirasakan masyarakat.
Workshop Pemanfaatan DTSEN Kabupaten Sumbawa pada 29–30 April 2026 menegaskan pentingnya data terpadu sebagai dasar perencanaan pembangunan berbasis bukti, dengan fokus pada pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Layanan Dasar.