
Pemilihan Desa Pulau Bungin sebagai lokasi penanaman mangrove bertujuan untuk menguatkan statement Kabupaten Sumbawa terkait dengan Usulan Pembangunan Jalan Lingkar Utara Alas kepada Pemerintah Provinsi NTB serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Selain itu Kepala Desa Pulau Bungin menanggapi bahwa pemilihan desa pulau bungin sebagai lokasi penanaman mangrove dirasa tepat karena pada tahun ini juga akan diadakan “Bungin Cross” yang merupakan ajang olahraga renang sepanjang 3 km untuk menaikkan kembali popularitas Desa Pulau Bungin sebagai Pulau Terpadat di Dunia. Adapun rencana penanaman mangrove ini dilaksanakan di area seluas 10 ha dari “ai tawar” hingga ke “lawang desa” Pulau Bungin dan diharapkan kepada Dinas Lingkungan Hidup untuk melakukan koordinasi penjadwalan kegiatan kepada Perwakilan PT. Sumitomo dan PT. GSI agar mempermudah Protokol Kepala Daerah dari dan menuju lokasi kegiatan.
Selain itu, dalam rapat koordinasi yang juga dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Lalu Suharmaji K., ST., MT., ini ditetapkan bahwa liputan kegiatan Tagging Hiu Paus di Desa Labuhan Jambu, Kecamatan Tarano dan wawancana eksklusif Kepala Daerah Sumbawa dalam Program TV jaringan CNN Indonesia, Insight With Desi Anwar akan dilaksanakan pada tanggal 30 dan 31 Oktober 2022. Kedua tanggal ini dipilih setelah terselenggaranya Kegiatan Budaya “Musakara Rea” Lembaga Adat Tana Samawa (LATS) pada tanggal 29 Oktober 2022. “Musakara Rea” LATS merupakan salah satu agenda Kabupaten Sumbawa bersama pemerhati budaya. Adapun terkait dengan permasalahan nasional yang terjadi di Kabupaten Sumbawa yaitu tentang penanganan COVID-19 maupun Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) akan dikoordinasikan kepada Organisasi Perangkat Daerah teknis untuk dapat menyiapkan beberapa bahan pemaparan mengingat kedua isu tersebut merupakan permasalahan yang terjadi secara nasional.
Program Pemerintah Sumbawa, Pembangunan, Bukti Nyata Pembangunan
Workshop Demplot Agroforestri Program CERAH di Sumbawa resmi dibuka dengan semangat kolaborasi antara pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat. Hari pertama diisi dengan diskusi inspiratif tentang konsep IAD Sumbawa, praktik agroforestri untuk menjaga DAS, serta pentingnya melibatkan perempuan dan generasi muda dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan ekonomi daerah.
Pemerintah Kabupaten Sumbawa di bawah kepemimpinan Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P. dan Drs. H. Mohamad Ansori terus menunjukkan komitmen dalam mewujudkan pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Hingga Juni 2026, berbagai program unggulan telah berjalan dan memberikan manfaat nyata, mulai dari pembangunan infrastruktur irigasi dan jalan, peningkatan pendapatan daerah, penciptaan tenaga kerja unggul, penguatan UMKM dan investasi, perlindungan sosial pekerja rentan, pemberian insentif bagi tokoh agama, hingga dukungan pendidikan melalui Kartu Sumbawa Pintar (KSP). Berbagai capaian tersebut merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk mewujudkan visi besar βSumbawa Unggul, Maju dan Sejahteraβ, melalui pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.