BERITA

Target Layani 200 Ribu Jiwa di Sumbawa, 122 Unit SPPG Tuntas Sesuai Arahan Pemerintah Pusat

Kamis, 26 Februari 2026   https://selarasnews.id/   89  

Sumbawa, SelarasNews.id – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sumbawa terus memacu akselerasi program penguatan gizi masyarakat melalui penyediaan Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) atau yang dikenal dengan Dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah strategis ini dilakukan guna memastikan terpenuhinya kebutuhan nutrisi bagi ratusan ribu warga di Tanah Intan Bulaeng.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Sumbawa, Dr. Dedy Heriwibowo, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mengawal kesiapan infrastruktur Program MBG.

Baca juga : Satu Tahun Pemerintahan Jarot-Ansory Berbagai Infrastruktur Pertanian Terealisasi

Menurutnya, koordinasi intensif telah dilakukan sepanjang tahun 2025 hingga awal 2026 ini, baik dengan perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN) maupun pihak swasta.

“Alhamdulillah, semua target lokasi SPPG di Kabupaten Sumbawa saat ini sudah memiliki calon pengelola. Nama-nama tersebut telah kami sampaikan secara resmi kepada pemerintah pusat untuk segera ditindaklanjuti,” ujarnya saat ditemui media ini pada Kamis, (26/02).

Berdasarkan data terkini rencana pembangunan mencakup total 122 unit SPPG yang tersebar di berbagai titik strategis. “Insyaallah, target besar kami adalah seluruh unit ini dapat beroperasi penuh tahun ini atau paling lambat tahun depan juga. Karena itu,  kami terus memfasilitasi setiap kendala agar proses ini berlangsung lebih cepat,” jelasnya.

Baca juga : Bupati Sumbawa Harapkan Satgas Pengamanan Pertanian Sejahterakan Petani

Meski optimis, Dr. Dedy tidak menampik adanya tantangan besar yang dihadapi di lapangan. Mengingat luas wilayah Kabupaten Sumbawa, seperti hambatan teknis seperti lokasi yang terpencil dan sulit diakses menjadi perhatian utama.

“Kami memantau ada beberapa kesulitan teknis, mulai dari lokasi yang sangat jauh hingga tantangan dalam penyediaan bahan baku pangan dalam jumlah besar secara konsisten. Namun, ini adalah tantangan yang harus kita cari solusinya bersama demi kepentingan masyarakat,” terangnya.

Selain masalah logistik, besarnya jumlah penerima manfaat yang mencapai 205.484 jiwa menuntut manajemen rantai pasok yang sangat rapi agar kualitas makanan tetap terjaga hingga ke tangan warga.

Baca juga : BPBD NTB Perkuat Ketangguhan Bencana Melalui Kolaborasi Multipihak

Dr. Dedy memastikan bahwa aspek medis tidak akan diabaikan. Pemerintah Kabupaten Sumbawa telah menginstruksikan jaringan Puskesmas dan tenaga kesehatan di seluruh wilayah untuk terjun langsung melakukan pendampingan.

“Dari aspek kesehatan, proses sertifikasi laik higiene berjalan sangat lancar. Dukungan tenaga kesehatan kita memastikan bahwa setiap dapur pelayanan gizi memenuhi standar sanitasi yang ketat. Sejauh ini tidak ada hambatan yang berarti dalam hal perizinan kesehatan,” tegasnya.

Dengan beroperasinya 122 unit SPPG ini, pihaknya berharap dapat menciptakan dampak ganda (Multiplayer Effect), tidak hanya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui perbaikan gizi, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal melalui penyerapan bahan baku dari petani dan pedagang setempat. (SN/PKL-02)

  • Share on :

  • Berita Lainnya
  • Workshop Demplot Agroforestri: Elaborasi Inovasi dan Pembangunan Terpadu untuk Keberlanjutan Sumbawa

    Workshop Demplot Agroforestri Program CERAH di Sumbawa resmi dibuka dengan semangat kolaborasi antara pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat. Hari pertama diisi dengan diskusi inspiratif tentang konsep IAD Sumbawa, praktik agroforestri untuk menjaga DAS, serta pentingnya melibatkan perempuan dan generasi muda dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan ekonomi daerah.

    Progress Per Juni 2026 : Bersama Membangun Sumbawa Unggul, Maju dan Sejahtera

    Pemerintah Kabupaten Sumbawa di bawah kepemimpinan Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P. dan Drs. H. Mohamad Ansori terus menunjukkan komitmen dalam mewujudkan pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Hingga Juni 2026, berbagai program unggulan telah berjalan dan memberikan manfaat nyata, mulai dari pembangunan infrastruktur irigasi dan jalan, peningkatan pendapatan daerah, penciptaan tenaga kerja unggul, penguatan UMKM dan investasi, perlindungan sosial pekerja rentan, pemberian insentif bagi tokoh agama, hingga dukungan pendidikan melalui Kartu Sumbawa Pintar (KSP). Berbagai capaian tersebut merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk mewujudkan visi besar β€œSumbawa Unggul, Maju dan Sejahtera”, melalui pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.