BERITA

Pemerintah Kabupaten Sumbawa Gelar Musrenbang Tematik: Perkuat Tata Kelola Lahan dan Air untuk Adaptasi Perubahan Iklim

Jumat, 13 Maret 2026   adt   107  

Sumbawa – Pemerintah Kabupaten Sumbawa berkolaborasi dengan Plan Indonesia menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tematik bertajuk “Pengelolaan Lahan Berkelanjutan dan Sumber Daya Air Terpadu untuk Adaptasi Perubahan Iklim” pada Kamis, 12 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam merespons tantangan serius terkait degradasi hutan dan kerusakan daerah aliran sungai (DAS) yang semakin mengkhawatirkan.

Kepala BAPPERIDA Kabupaten Sumbawa, Dr. Dedy Heriwibowo, S.Si., M.Si., menekankan pentingnya evaluasi mendalam terhadap pengelolaan sumber daya alam. Ia mengungkapkan bahwa laju eksploitasi lahan saat ini jauh melampaui upaya konservasi, sehingga berdampak pada menurunnya daya dukung DAS dan meningkatnya risiko bencana seperti banjir dan kekeringan.

Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kabupaten Sumbawa berencana mendorong pembentukan satuan tugas khusus untuk mencegah kerusakan hutan lebih lanjut. Upaya tersebut akan diintegrasikan dalam program prioritas Sumbawa Hijau Lestari. “Melalui Musrenbang Tematik ini, pemerintah berkomitmen mengidentifikasi titik-titik degradasi lahan secara komprehensif guna memperkuat ketahanan hidrologis dalam menghadapi ancaman banjir maupun kekeringan ekstrem,” ujar Dedy.

Sementara itu, Direktur Program Plan Indonesia, Ida Ngurah, menekankan pentingnya sinergi antara Program CERAH (Cerdas Kelola Air dan Lahan untuk Keberlanjutan) yang dijalankan oleh Plan Indonesia dengan dukungan ANCP-DFAT, dan Program Sumbawa Hijau Lestari yang menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten Sumbawa. Menurutnya, kolaborasi tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi generasi mendatang. “Melalui kerja sama ini, kami berharap anak-anak di Sumbawa dapat tumbuh dan berkembang di lingkungan yang mendukung pemenuhan kebutuhan dasar serta masa depan mereka,” ujarnya.

Musrenbang tematik ini menghadirkan diskusi panel serta pembahasan kelompok yang berfokus pada lima isu utama, yakni perlindungan hutan dan mata air serta restorasi lahan kritis, pengurangan risiko bencana hidrologi, pendayagunaan air untuk kebutuhan domestik seperti air minum dan sanitasi lingkungan, pemanfaatan air untuk sektor ekonomi seperti pertanian, perikanan, dan industri, serta pemberdayaan masyarakat melalui edukasi dan implementasi agroforestri.

Sebagai solusi dalam transformasi pengelolaan lahan, pemerintah mendorong penerapan sistem agroforestri yang mampu menjaga vegetasi permanen sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi petani. Selain itu, koordinasi lintas sektor antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga diperkuat untuk memastikan kebijakan pengelolaan sumber daya alam berjalan selaras tanpa tumpang tindih.

Penyelenggaraan Musrenbang Tematik ini juga menegaskan pentingnya paradigma pembangunan yang inklusif. Keterlibatan aktif kelompok perempuan, penyandang disabilitas, dan generasi muda dipandang sebagai kunci untuk memastikan setiap kebijakan—mulai dari akses sanitasi hingga pemberdayaan ekonomi—dapat menjawab kebutuhan spesifik masyarakat. Melalui partisipasi berbagai kelompok tersebut, diharapkan lahir inovasi tata kelola yang lebih responsif terhadap isu sosial dan lingkungan, demi mewujudkan Sumbawa yang unggul, maju, dan sejahtera secara berkelanjutan.

  • Share on :

  • Berita Lainnya
  • Workshop Demplot Agroforestri: Elaborasi Inovasi dan Pembangunan Terpadu untuk Keberlanjutan Sumbawa

    Workshop Demplot Agroforestri Program CERAH di Sumbawa resmi dibuka dengan semangat kolaborasi antara pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat. Hari pertama diisi dengan diskusi inspiratif tentang konsep IAD Sumbawa, praktik agroforestri untuk menjaga DAS, serta pentingnya melibatkan perempuan dan generasi muda dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan ekonomi daerah.

    Progress Per Juni 2026 : Bersama Membangun Sumbawa Unggul, Maju dan Sejahtera

    Pemerintah Kabupaten Sumbawa di bawah kepemimpinan Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P. dan Drs. H. Mohamad Ansori terus menunjukkan komitmen dalam mewujudkan pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Hingga Juni 2026, berbagai program unggulan telah berjalan dan memberikan manfaat nyata, mulai dari pembangunan infrastruktur irigasi dan jalan, peningkatan pendapatan daerah, penciptaan tenaga kerja unggul, penguatan UMKM dan investasi, perlindungan sosial pekerja rentan, pemberian insentif bagi tokoh agama, hingga dukungan pendidikan melalui Kartu Sumbawa Pintar (KSP). Berbagai capaian tersebut merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk mewujudkan visi besar β€œSumbawa Unggul, Maju dan Sejahtera”, melalui pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.