Sumbawa, SelarasNews.id – Saat ini angka stunting di Kabupaten Sumbawa cukup tinggi yakni sekitar 29,8 persen. Angka itu lebih tinggi dari target nasional sekitar 14 persen.
Sebagai langkah percepatan penurunan angka stunting Bappeda Kabupaten Sumbawa menggelar rapat evaluasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS)di Ruang pertemuan BAPPEDA Sumbawa, pada Selasa, (02/12).
Baca juga : Dominasi Produksi NTB, Bappeda Sumbawa Dorong Hilirisasi Rumput Laut
Kepala Bappeda Kabupaten Sumbawa, Dr. Dedi Heriwibowo, melalui Sekretaris Bappeda Kabupaten Sumbawa, Dwi Rahayu Ratih, membuka Rapat Monitoring dan Evaluasi TPPS Triwulan II.

“Hari ini, kita berkumpul untuk membahas Rencana Aksi 2 Penandaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dalam rangka pencegahan dan percepatan penurunan stunting di Sumbawa,” ungkapnya Dwi sapaan akrab Sekretaris Bappeda Kabupaten Sumbawa.
Ia menekankan masalah stunting merupakan salah satu indikator yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat dan menjadi salah satu IKU (Indikator Kinerja Utama) Kabupaten Sumbawa.
Baca juga : Bappeda Sumbawa Perkuat Ekonomi Daerah Lewat Budidaya Udang Vaname
” Saya meminta agar semua pihak dapat memberikan konsentrasi penuh dalam menangani masalah ini, karena ini merupakan tanggung jawab kita bersama. Anggaran yang dialokasikan harus wajar dan sesuai dengan kebutuhan, serta harus diikuti dengan implementasi yang efektif,” pinta Dwi.
Ditambahkannya semua pihak dapat bekerja sama dalam menyusun anggaran yang tepat untuk mencapai tujuan penurunan stunting di Sumbawa. “Semoga acara ini dapat memberikan hasil yang positif dan bermanfaat bagi kita semua dan mari kita bekerja sama untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak Sumbawa,” sambung Dwi.

Pada kesempatan itu, Kabid PPM Bappeda Kabupaten Sumbawa, Dr. Rusmayadi, menyampaikan Rapat Stunting 2 ini bertujuan untuk memperkuat perencanaan dan penganggaran di semua OPD terkait dengan stunting.
“Indikator-indikator stunting dapat dikawal dalam dokumen APBD, sehingga target penurunan stunting sebesar 22 persen pada tahun 2026 dapat tercapai,” jelasnya.
Baca juga : Kuasai 42 Persen Produksi NTB, Kopi Sumbawa Didorong Jadi Komoditas Unggulan
Dikatakannya, pada hari ini pihaknya sudah menetapkan lokus dari Stunting itu sebagai base line di dalam perencanaan 2026 dan semua OPD sepakat serta berkomitmen menetapkan lokus itu.
“Karena itu, kita harus melakukan intervensi terhadap lokus yang sudah kita tetapkan bukan semata-mata kita menetapkan lokus tapi juga kita harus berani dan ikut di dalam melakukan intervensi terhadap stunting ini,” ungkapnya.

Dijelaskannya dengan kerja sama dan komitmen yang baik, Kabupaten Sumbawa dapat terbebas dari Stunting guna memujudkan sumbawa emas 2045 dan Visi Sumbawa yang unggul, maju dan Sejahtera bebas dari stunting.
Acara tersebut dihadiri oleh Sekretaris Bappeda Kabupaten Sumbawa, Sekretaris DP2KBP3A Kabupaten Sumbawa, Kabid PPM Bappeda dan OPD terkait. (SN/01)
Program Pemerintah Sumbawa, Pembangunan, Bukti Nyata Pembangunan
Workshop Demplot Agroforestri Program CERAH di Sumbawa resmi dibuka dengan semangat kolaborasi antara pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat. Hari pertama diisi dengan diskusi inspiratif tentang konsep IAD Sumbawa, praktik agroforestri untuk menjaga DAS, serta pentingnya melibatkan perempuan dan generasi muda dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan ekonomi daerah.
Pemerintah Kabupaten Sumbawa di bawah kepemimpinan Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P. dan Drs. H. Mohamad Ansori terus menunjukkan komitmen dalam mewujudkan pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Hingga Juni 2026, berbagai program unggulan telah berjalan dan memberikan manfaat nyata, mulai dari pembangunan infrastruktur irigasi dan jalan, peningkatan pendapatan daerah, penciptaan tenaga kerja unggul, penguatan UMKM dan investasi, perlindungan sosial pekerja rentan, pemberian insentif bagi tokoh agama, hingga dukungan pendidikan melalui Kartu Sumbawa Pintar (KSP). Berbagai capaian tersebut merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk mewujudkan visi besar βSumbawa Unggul, Maju dan Sejahteraβ, melalui pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.