Tahapan dalam 8 aksi konvergensi percepatan penurunan stunting dalam pelaksanaan konvergensi penurunan stunting setelah aksi 3 rembuk stunting adalah aksi 4 dan aksi 5. Aksi 4 dan Aksi 5 dilaksanakan pada tanggal 4 Agustus 2022 dan 5 Agustus 2022. Pelaksanaan aksi 4 (peran desa/review peraturan bupati kewenangan desa) dan aksi 5 pembinaan KPM Desa. Pelaksanaan rembuk stunting yang telah dilaksanakan pada hari selasa tanggal 2 Agustus 2022 bertempat di lantai 3 Kantor Bupati Sumbawa dilanjutkan dengan pelaksanaan aksi konvergensi stunting yang keempat dan kelima. Aksi konvergensi yang keempat terkait dengan peran desa, kegiatan dilaksanakan di ruang rapat H. Hasan Oesman lantai 1 kantor bupati Sumbawa. Kegiatan rapat dibuka oleh Asisten pemerintahan dan kesejahteraan rakyat Kabupaten Sumbawa dan Plt. Kepala Bappeda Kabupaten Sumbawa bersama Kabid PPM Bappeda, Yuni Ilmi Kurniati, S.STP, M.Si dan PIC oleh Dinas Pemberdayaan Masyaraat dan Desa yang diwakili oleh Kepala Bidang Kelembagaan dan Sosial Budaya Masyarakat, Laely Febryanti, S.STP, M.Si.
Kegiatan dihadiri oleh pemangku kepentingan antara lain perangkat daerah terkait, Tim Penggerak PKK Kabupaten Sumbawa, Forum kerukunan antar umat beragama, Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Kesehatan dan lain-lain. Aksi 4 konvergensi stunting sesuai dengan petunjuk teknis aksi konvergensi bahwa aksi 4 bertujuan untuk memberikan kepastian hukum bagi desa untuk menjalankan peran dan kewenangan desa dalam intervensi gizi terintegrasi. Sambutan dan arahan sekaligus materi disampaikan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakayat yang memberikan informasi dan gambaran tentang kegiatan aksi konvergensi sebelumnya dan diperkuat kembali dengan koordinasi dan konvergensinya, Kabid Kelembagaan dan Sosbud masyarakat DPMD menyampaikan materi tentang peran desa, KPM dan peraturan Bupati kewenangan desa. Kepala Bidang PPM menyampikan materi tentang aksi 4 dan hasil penilaian konvergensi tahun 2021 untuk ditindaklanjuti perbaikannya pada peniaian tahun ini.
Substansi Aksi 4
Ruang lingkup peraturan bupati tentang kewenangan desa yang didalamnya mencakup kewenangan desa dalam pencegahan dan penurunan stunting terintegrasi sekurang-kurangnya memuat tentang:
Indikator penilaian kinerja Peraturan Bupati tentang peran desa sebagai berikut:
Beberapa hasil kesepakatan rekomendasi pelaksanaan aksi 4 sebagai berikut:
Melalui aksi 4 dan aski 5 ini dharapkan komitmen percepatan penurunan stunting darr kabupaten, kecamatan hingga ke desa dapat bersinergi dengan baik, penguatan kebijakan peran desa, penguatan kader desa seperti KPM, TPK dan kader lainnya, TP-PKK dapat bersinergi dengan baik untuk percepatan penurunan stunting di Kabupaten Sumbawa.
Pemerintah Kabupaten Sumbawa menggelar rangkaian kegiatan yang memadukan peluncuran Gerakan Penanaman Pohon dengan penguatan ekosistem inovasi melalui Seminar Innovation Hub dan pengumuman pemenang LIDA 2025. Kegiatan ini menjadi momentum kolaborasi lintas sektor untuk mendorong pembangunan daerah yang hijau, inovatif, dan berdaya saing.
Pada hasil Interview bersama media SelarasNews.id, Kepala Bappeda Kabupaten Sumbawa, Dr. Dedi Heriwibowo membicarakan beberapa program strategis yang dijalani oleh Pemerintah Kabupaten Sumbawa, mulai dari Penurunan Stunting, Penguatan Ekonomi, hingga Akselerasi Kawasan Samota.
Pemerintah Kabupaten Sumbawa menggelar Rapat Koordinasi Infrastruktur 2025 sekaligus meluncurkan Program Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (LLTT). Kegiatan ini mengusung tema โSinkronisasi Pembangunan Berkelanjutanโ sebagai upaya memperkuat kolaborasi lintas sektor demi pembangunan daerah yang lebih terarah dan berkelanjutan.