Litbang - Penilaian Indeks Inovasi Daerah atau disebut juga Innovation Government Awards menjadi ajang tahunan yang dilakukan oleh Kementerian Dalam Negeri. Kegiatan ini ditujukan untuk menilai sejauh mana pemerintah daerah melaksanakan inovasi di daerah terkait pelayanan publik. Pada tahun 2022 ini, kriteria penilaian IID sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya karena kualitas inovasi dinilai berdasarkan tingkat kematangan inovasi. Jika sebelumnya semakin banyak inovasi akan semakin baik skor indeks inovasi, maka dalam sistem penilaian tahun ini, jumlah inovasi yang banyak belum tentu menghasilkan skor yang lebih tinggi. Skor kematangan inovasi menjadi titik berat penilaian IID tahun 2022.


Di tahun 2022 ini Kabupaten Sumbawa mengidentifikasi sembilan inovasi yang terdiri atas delapan inovasi dari perangkat daerah, dan satu inovasi masyarakat. Inovasi dari perangkat daerah tersebut antara lain: SIGMA (Dinas Kominfotiksandi), SIJINAK (Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan), ABG ASIK (Puskesmas Utan), Jango Desa (Dinas Dukcapil), Bank Desa (Kecamatan Lopok), Sampe Pelukan (LPM Mutiara Samawa), Tuntun Gera Sumbawaku (Lintas OPD), To The Samawa Berkarakter (Dinas Dikbud), dan Halal dan Baik (Dinas KopUMKMPerindag).


Namun, dari sembilan inovasi yang terdaftar, hanya delapan inovasi yang dinilai layak untuk dapat dikirim ke Kemendagri oleh admin kabupaten. Inovasi bank Desa belum dapat diikutkan dalam ajang IID karena nilai kematangan yang terlalu rendah. Hingga saat penutupan penginputan data pada portal IGA 2022, skor indeks inovasi Kabupaten Sumbawa adalah 54,77, yang bermakna bahwa Kabupaten Sumbawa masih berada dalam kategori inovatif. Akan tetapi skor ini masih bersifat sementara, karena seluruh dokumen inovasi akan divalidasi oleh tim penilai independen dari Universitas Indonesia dan Universitas Gadjah Mada sebagai mitra Kemendagri. Harapannya, skor terakhir IID Kabupaten Sumbawa tahun 2022 ini akan tetap berada pada kategori inovatif.
Pemerintah Kabupaten Sumbawa menggelar rangkaian kegiatan yang memadukan peluncuran Gerakan Penanaman Pohon dengan penguatan ekosistem inovasi melalui Seminar Innovation Hub dan pengumuman pemenang LIDA 2025. Kegiatan ini menjadi momentum kolaborasi lintas sektor untuk mendorong pembangunan daerah yang hijau, inovatif, dan berdaya saing.
Pada hasil Interview bersama media SelarasNews.id, Kepala Bappeda Kabupaten Sumbawa, Dr. Dedi Heriwibowo membicarakan beberapa program strategis yang dijalani oleh Pemerintah Kabupaten Sumbawa, mulai dari Penurunan Stunting, Penguatan Ekonomi, hingga Akselerasi Kawasan Samota.
Pemerintah Kabupaten Sumbawa menggelar Rapat Koordinasi Infrastruktur 2025 sekaligus meluncurkan Program Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (LLTT). Kegiatan ini mengusung tema โSinkronisasi Pembangunan Berkelanjutanโ sebagai upaya memperkuat kolaborasi lintas sektor demi pembangunan daerah yang lebih terarah dan berkelanjutan.