BERITA

Rapat Koordinasi Teknis dalam Rangka Peningkatan Integrasi Program dan Kegiatan Percepatan Penurunan Stunting dalam Dokumen Perencanaan dan Penganggaran Daerah

Senin, 20 Juni 2022   eve   677  
Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah menyelenggarakan rapat koordinasi dan workshop asistensi dan supervisi kinerja kabupaten dalam implementasi/ konvergensi program penanganan penurunan stunting. Pelaksanaan rapat koordinasi dilaksanakan secara hybrid pada hari Rabu – Jum’at  tanggal 15 – 17 juni 2022. Rakortek ini melibatkan pemerintah daerah provinsi dan pemerintah daerah kabupaten dari 12 lokus provinsi (Aceh, Sumatera Utara, Banten, Jawa Barat, Jawa tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat) dengan mendatangkan delegasi sebanyak 238 orang.
 
Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2019-2024 target penurunan stunting di tahun 2024 sebesar 14%. untuk mencapai target tersebut telah ditetapkan strategi nasional percepatan stunting melalui 5 pilar yaitu : komitmen dan visi kepemimpinan nasional dan daerah; komunikasi perubahan perilaku dan pemberdayaan masyarakat; konvergensi intervensi spesifik dan sensitif di pusat dan daerah; ketahanan pangan dan gizi; serta penguatan dan pengembangan sistem, data, informasi, riset, dan inovasi.
 
Adapun narasumber kegiatan ini berasal dari kementerian terkait dan diharapkan tercapai pemahaman bersama terhadap sinkronisasi dan harmonisasi terhadap dokumen perencanaan daerah terkait dengan program/kegiatan yang mendukung penurunan stunting secara konsep dan pelaksanaan 8 aksi konvergensi stunting sesuai amanat Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting, konsep dan pelaksanaan aksi 1 dan aksi 2 penyusunan rencana kerja dan instrument 8 aksi berbasis website bangda.kemendagri.go.id. 
 
Masukan dan saran dari pemerintah daerah dalam upaya percepatan penurunan stunting dan best practice dari daerah lain diantaranya terkait dengan kelembagaan TPPS yang ada saat ini sampai dengan di tingkat desa, adanya KPM di desa yang sebelumnya sudah terbentuk dan berfungsi, adanya tim pendamping keluarga yang terdiri dari tiga unsur yaitu kader KB, kader PKK dan bidan desa, satgas stunting dari provinsi dan kabupaten. Semua kelembagaan berintegrasi dan agar tidak terjadi tumpang tindih tugas dalam melaksanakan percepatan penurunan stunting namun tetap bersinergi sesuai dengan amanah tugas masing-masing. Sebagai contoh, pemerintah Kota Semarang menganggarkan pemberian makanan tambahan kepada bayi dan balita stunting sebanyak Rp. 6,7 Milyar dalam APBD serta intervensi kepada sasaran yang langsung menyentuh terhadap akar masalah dan kebutuhannya. 
 
 
  • Share on :

  • Berita Lainnya
  • Workshop Demplot Agroforestri: Elaborasi Inovasi dan Pembangunan Terpadu untuk Keberlanjutan Sumbawa

    Workshop Demplot Agroforestri Program CERAH di Sumbawa resmi dibuka dengan semangat kolaborasi antara pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat. Hari pertama diisi dengan diskusi inspiratif tentang konsep IAD Sumbawa, praktik agroforestri untuk menjaga DAS, serta pentingnya melibatkan perempuan dan generasi muda dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan ekonomi daerah.

    Progress Per Juni 2026 : Bersama Membangun Sumbawa Unggul, Maju dan Sejahtera

    Pemerintah Kabupaten Sumbawa di bawah kepemimpinan Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P. dan Drs. H. Mohamad Ansori terus menunjukkan komitmen dalam mewujudkan pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Hingga Juni 2026, berbagai program unggulan telah berjalan dan memberikan manfaat nyata, mulai dari pembangunan infrastruktur irigasi dan jalan, peningkatan pendapatan daerah, penciptaan tenaga kerja unggul, penguatan UMKM dan investasi, perlindungan sosial pekerja rentan, pemberian insentif bagi tokoh agama, hingga dukungan pendidikan melalui Kartu Sumbawa Pintar (KSP). Berbagai capaian tersebut merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk mewujudkan visi besar β€œSumbawa Unggul, Maju dan Sejahtera”, melalui pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.