BERITA

Lokakarya persiapan awal tim teknis baseline implementasi kurikulum merdeka kolaborasi pemerintah, LPTK dan Inovasi

Selasa, 07 Juni 2022   eve   356  

Hidup ini adalah proses belajar. Hidup ini adalah perjuangan. Hidup ini adalah perubahan. Begitu pula halnya dengan proses belajar dan mengajar. Dalam dunia pendidikan tidak terlepas dari proses perubahan. Perubahan dari “tidak tahu” menjadi “tahu”. Perubahan dari pola pikir yang “biasa atau normal-normal saja” kepada perubahan pola pikir yang “berbeda” dari sebelumnya. Pendekatan perubahan cara berpikir dalam mengajar oleh tenaga pendidik kepada peserta didik yang harus dibangun bahwa mengajar memberikan pengetahuan kepada peserta didik adalah bagian dari ibadah yang akan memberikan manfaat besar sepanjang hayat dalam setiap individu peserta didik di satuan pendidikan. Pemerintah merespon konsep perubahan ini ke dalam proses pemulihan pembelajaran yang disebabkan oleh adanya kondisi khusus seperti situasi pandemi COVID-19 yang mengakibatkan adanya learning loss (pembelajaran/proses belajar yang hilang) dari mekanisme biasanya. Hal ini tertuang dalam Kepmendikbudristek No. 56 Tahun 2022 tentang Pedoman Penerapan Kurikulum dalam rangka Pemulihan Pembelajaran (Kurikulum Merdeka) sebagai penyempurna kurikulum sebelumnya.

Sosialisasi dan internalisasi kebijakan dilakukan secara masif dan berkelanjutan dengan harapan satuan pendidikan dapat menerapkan kurikulum merdeka ini pada tahun ajaran baru 2022/2023. Perubahan sebagaimana “Teory of Change” tidaklah seperti membalikkan telapak tangan tetapi butuh proses, internalisasi, mekanisme, sosialisasi, analisis, implementasi dan evaluasi. Kebijakan ini direspon baik oleh mitra kerja Bappenas dengan Australia, dalam hal ini INOVASI (Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia) yang fokus terhadap dunia pendidikan atau literasi dan berfungsi sebagai katalisator, mediator dan jembatan bagi pemerintah daerah dalam upaya penguatan peran maupun pendampingan penerapan kurikulum merdeka di satuan pendidikan.

Lokakarya persiapan awal tim teknis baseline implementasi kurikulum merdeka kolaborasi pemerintah, LPTK dan INOVASI dilangsungkan selama 2 (dua) hari ini bertempat di Hotel Sheraton Senggigi, Lombok Barat. Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan baseline study implementasi kurikulum merdeka (IKM) di Provinsi NTB, akan dilaksanakan pertemuan lanjutan yang akan melibatkan tim teknis dari 4 kabupaten mitra. Kegiatan ini bertujuan untuk membangun kesadaran dan kesiapan seluruh anggota tim teknis untuk berpartisipasi secara penuh dalam study baseline IKM di Provinsi NTB serta menyepakati rencana dukungan dalam bentuk pendampingan teknis dari konsultan yang ditunjuk INOVASI.

Kabupaten Sumbawa sebagai salah satu Kabupaten mitra dimana kebijakan terkait Pendidikan Karakter sudah dikuatkan dengan Peraturan Bupati Sumbawa Nomor 33 Tahun 2021 tentang Pendidikan Karakter dan telah diterapkan di Kabupaten Sumbawa menjadi branding tersendiri namun melalui kegiatan ini akan menjadi su sistem daripada Kurikulum Merdeka yang akan diintegrasikan bersama dengan kebijakan dari Kabupaten mitra lainnya seperti Kabupaten Lombok Timur dengan Pendidikan Inklusinya, Kabupaten Bima dengan penguatan Desa dalam edukasi kurikulum merdeka ini.

Diskusi yang dilaksanakan dalam kegiatan lokakarya ini adalah bagaimana membedah sebuah konsep untuk tentang Teori Perubahan “Dukungan Implementasi Kurikulum Merdeka dan Dukungan Buku” bagaimana memetakan dan menambahkan data dukung maupun substansi dalam penyusunan baseline implementasi kurikulum merdeka. Mulai dari tahapan kegiatan dasar, input, hasil langsung, hasil antara dan hasil akhir yang merupakan tujuannya yaitu “Menguatnya praktek satuan Pendidikan sasaran dan sistem pendukung dalam menerapkan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP) untuk literasi dasar yang berpusat pada siswa dan sesuai dengan desain Kurikulum Merdeka. Hasil Antara atau outcomes, manfaat yang diharapkan dari dua aspek pada tingkat sekolah dan pada tingkat Dinas/Lembaga/OPD. Pada tingkat sekolah diharapkan guru maupun kepala sekolah dapat mendukung dan menerapkan implementasi Kurikulum Merdeka dan pemanfaatan buku untuk peningkatan hasil belajar siswa dan menerapkan strategi pembelajaran terdiferensiasi. Pada tingkat Dinas/Lembaga meningkatkan kapasitas untuk mendukung implementasi kurikulum merdeka dan pengunaan buku bacaan untuk literasi dsar serta meningkatkan kapasitas dan koordinasi antar pihak.

Selain itu dalam pelaksanaan lokarkaya ini juga bahwa memperhatikan isu GEDSi (Gender, Disabilitas dan Inklusi Sosial) dalam implementasi kurukulum merdeka dan distribusi buku yang terintegrasi dengan pendidikan karakter. Pendidikan inklusi maupun pendekatan berbasis desa diharapkan dapat memetakan teori perubahan menurut konteks kabupaten: bagaimana cara kita mencapai tujuan dan apa yang akan kita gali dengan baseline atau endline dari kegitan ini.

Rencana kerja tindak lanjut dari lokakarya ini ditetapkan timeline tentatif deadline berdasarkan kalender pendidikan dan timeline rencana pendampingan IKM untuk dilaksanakan oleh tim teknis baseline dan pihak terkait sebagai berikut:

  1. Pengembangan Kerangka Monev (ToC, Result Framework, Variabel) 8 Juni (selesai)
  2. Lokakarya Tim Teknis (review timeline, ToRenumerator) 20 -21 Juni 2022
  3. Penyusunan draft instrument 9 Juni – 3 Juli 2022 (deadline)
  4. Review Uji cobadan finalisasi instrument 4-6 Juli 2022
  5. Rekrutmen enumerator dan persiapan pelatihan enum 1-9 Juli 2022 (sumber LPTK, Fasda, sebagai coordinator)
  6. Pelatihan enumerator dan praktek lapangan 11-14 Juli 2022 (persiapan logistic 15-17)
  7. Pengumpulan dan entri data 18-23 Juli 2022 (disepakati menyusul)
  8. Analisis dan dan refleksi
  9. Penulisan laporan
  10. Review dan finalisasi laporan

Kegiatan ini diharapkan dapat terlaksana dengan baik dan mampu mendukung pencapaian penerapan standar pelayanan minimal bidang pendidikan dan salah satu misi Kabupaten Sumbawa yaitu Sumbawa sehat dan cerdas untuk Sumbawa gemilang yang berkeadaban.

  • Share on :

  • Berita Lainnya
  • Sumbawa Hijau Lestari Dimulai, Inovasi Daerah Didorong Jadi Penggerak Pembangunan

    Pemerintah Kabupaten Sumbawa menggelar rangkaian kegiatan yang memadukan peluncuran Gerakan Penanaman Pohon dengan penguatan ekosistem inovasi melalui Seminar Innovation Hub dan pengumuman pemenang LIDA 2025. Kegiatan ini menjadi momentum kolaborasi lintas sektor untuk mendorong pembangunan daerah yang hijau, inovatif, dan berdaya saing.

    Pemkab Sumbawa Perkuat Program Pembangunan Terpadu: Penurunan Stunting, Penguatan Ekonomi, dan Akselerasi Kawasan Samota

    Pada hasil Interview bersama media SelarasNews.id, Kepala Bappeda Kabupaten Sumbawa, Dr. Dedi Heriwibowo membicarakan beberapa program strategis yang dijalani oleh Pemerintah Kabupaten Sumbawa, mulai dari Penurunan Stunting, Penguatan Ekonomi, hingga Akselerasi Kawasan Samota.

    Sumbawa Gelar Rapat Koordinasi Infrastruktur 2025 dan Launching Program LLTT dengan Tema Sinkronisasi Pembangunan Berkelanjutan

    Pemerintah Kabupaten Sumbawa menggelar Rapat Koordinasi Infrastruktur 2025 sekaligus meluncurkan Program Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (LLTT). Kegiatan ini mengusung tema โ€œSinkronisasi Pembangunan Berkelanjutanโ€ sebagai upaya memperkuat kolaborasi lintas sektor demi pembangunan daerah yang lebih terarah dan berkelanjutan.