Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya, sebagai investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif secara sosial dan ekonomis. Dengan kata lain, pendekatan lapis pertama adalah promotif dan preventif. Sementara, kuratif dan rehabilitatif dilakukan setelah lapis pertama. Negara berkembang termasuk Indonesia mengalami perubahan pola penyakit dari penyakit menular menjadi penyakit tidak menular. Perubahan pola penyakit ini disebabkan karena berubahnya perilaku manusia. Pada era tahun 1990an, penyebab kematian dan kesakitan terbesar adalah penyakit menular seperti Infeksi Saluran Pernapasan Atas, TBC, Diare, dll. Namun sejak tahun 2010, penyebab terbesar kesakitan dan kematian adalah akibat Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti stroke, jantung, dan kencing manis. PTM tidak hanya menyerang usia tua tetapi telah bergeser ke usia muda, terjadi di semua kalangan kaya dan miskin, tinggal di kota maupun di desa.
Pertemuan Pembentukkan Forum Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dan Penyusunan Rancangan Peraturan Bupati Tentang Germas di Kabupaten Sumbawa penting dilaksanakan karena upaya edukasi kesehatan yang dilakukan selama ini belum cukup kuat dalam meningkatkan implementasi germas di masyarakat, maka perlu adanya suatu wadah yang didukung dengan kebijakan atau regulasi. Kegiatan Tersebut bertujuan untuk membentuk forum dan rancangan kebijakan kebijakan Bupati tentang Germas di Kabupaten Sumbawa. Kegiatan tersebut diselenggarakan pada hari selasa tanggal 23 February 2021 bertempat di Aula Bappeda Kabupaten Sumbawa yang dipimpin langsung Oleh Kepala Bidang Perencanaan Sosial Budaya, DR Budi Prasetyo. S.Sos. M.AP. Adapun peserta dari Kegiatan ini adalah OPD Lingkup Pemerintah Kabupaten Sumbawa, Kepala BJPS Kesehatan Cabang Sumbawa dan Kantor Kementerian Agama Kab. Sumbawa.
Adapun Output dari Kegiatan ini adalah Terbentuknya forum Germas dan tersusunnya rumusan rancangan kebijakan daerah (Peraturan Bupati) tentang Germas di kabupaten Sumbawa. (admin).
Program Pemerintah Sumbawa, Pembangunan, Bukti Nyata Pembangunan
Workshop Demplot Agroforestri Program CERAH di Sumbawa resmi dibuka dengan semangat kolaborasi antara pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat. Hari pertama diisi dengan diskusi inspiratif tentang konsep IAD Sumbawa, praktik agroforestri untuk menjaga DAS, serta pentingnya melibatkan perempuan dan generasi muda dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan ekonomi daerah.
Pemerintah Kabupaten Sumbawa di bawah kepemimpinan Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P. dan Drs. H. Mohamad Ansori terus menunjukkan komitmen dalam mewujudkan pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Hingga Juni 2026, berbagai program unggulan telah berjalan dan memberikan manfaat nyata, mulai dari pembangunan infrastruktur irigasi dan jalan, peningkatan pendapatan daerah, penciptaan tenaga kerja unggul, penguatan UMKM dan investasi, perlindungan sosial pekerja rentan, pemberian insentif bagi tokoh agama, hingga dukungan pendidikan melalui Kartu Sumbawa Pintar (KSP). Berbagai capaian tersebut merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk mewujudkan visi besar βSumbawa Unggul, Maju dan Sejahteraβ, melalui pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.