Perencanaan merupakan unsur utama yang harus terlebih dahulu dilakukan untuk mencapai suatu tujuan. Perencanaan juga membutuhkan dukungan dari semua stakeholder agar suatu kegiatan dapat terselenggara dengan baik dan bisa mencapai tujuannya. Perencanaan yang baik juga tidak hanya sampai pada tahap-tahap pelaksanaan kegiatan, perencanaan juga dilakukan pra-kegiatan. Itulah sebabnya suatu perencanaan butuh perenungan, imajinasi dan perhitungan yang matang. Begitu halnya dengan kegiatan Sosialisasi terkait peng-input-an Usulan Musrenbang melalui aplikasi SIPD, kegiatan ini dilakukan untuk memberi penjelasan terkait peng-input-an usulan musrenbang, mengingat kegiatan seperti ini untuk kali pertamanya dan saat ini masih berkutat dengan Pandemi Covid-19 sehingga tetap menjalankan protokol kesehatan. Kegiatan ini dilakukan ke kecamatan yang ada di Kabupaten Sumbawa, mengingat BAPPEDA Kabupaten Sumbawa merupakan leading sektor terkait dengan hal perencanaan. Inilah salah satu ihktiar Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa agar pembangunan dapat berjalan dengan baik .
Pemerintah Kabupaten Sumbawa menggelar rangkaian kegiatan yang memadukan peluncuran Gerakan Penanaman Pohon dengan penguatan ekosistem inovasi melalui Seminar Innovation Hub dan pengumuman pemenang LIDA 2025. Kegiatan ini menjadi momentum kolaborasi lintas sektor untuk mendorong pembangunan daerah yang hijau, inovatif, dan berdaya saing.
Pada hasil Interview bersama media SelarasNews.id, Kepala Bappeda Kabupaten Sumbawa, Dr. Dedi Heriwibowo membicarakan beberapa program strategis yang dijalani oleh Pemerintah Kabupaten Sumbawa, mulai dari Penurunan Stunting, Penguatan Ekonomi, hingga Akselerasi Kawasan Samota.
Pemerintah Kabupaten Sumbawa menggelar Rapat Koordinasi Infrastruktur 2025 sekaligus meluncurkan Program Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (LLTT). Kegiatan ini mengusung tema โSinkronisasi Pembangunan Berkelanjutanโ sebagai upaya memperkuat kolaborasi lintas sektor demi pembangunan daerah yang lebih terarah dan berkelanjutan.