BERITA

Kegiatan Sosialisasi dan Sinkronisasi Perencanaan Pencegahan Stunting Tingkat Kecamatan di Daerah Lokus Stunting dan Pemberian Paket Bantuan Bagi Balita Stunting di Kecamatan Orong Telu

Kamis, 10 November 2022   eve   419  
Kegiatan sosialisasi dan sinkronisasi perencanaan pencegahan stunting tingkat kecamatan di daerah lokus stunting dan pemberian paket bantuan balita stunting di Kecamatan Orong Telu menandai berakhirnya kegiatan sosialisasi yang telah dilaksanakan di enam kecamatan lokus stunting Kabupaten Sumbawa Tahun 2022 yaitu Kecamatan Labuhan Badas, Kecamatan Labangka, Kecamatan Utan, Kecamatan Empang, Kecamatan Rhee, Kecamatan Orong Telu. Sebelum memberikan sambutan dan arahannya Varian Bintoro akrab disapa, memberikan paket bantuan kepada sasaran balita di wilayah kecamatan orong telu dimana paket bantuan ini merupakan hasil dari gerakan GASIBU (Gerakan Seribu Rupiah) yang diinisiasi oleh rekan-rekan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa. Melalui gerakan ini juga diharapkan memicu dan mendorong selurh pemangku kepentingan untuk bersinergi bersama mengatasi masalah stunting melalui gerakan sederahan bermanfaat atau aksi bersama dalam percepatan penrunan stunting.
 
Kejadian stuting di Wilayah Kecamatan Orong Telu dari tahun 2021 sebanyak 74 kasus dan tahun 2022 sebanyak 81 kasus, dari data yang disampaikan oleh kepala Bidang Kesehatan masyarakat Abdul Munir, SKM yang mewakili Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa  ini menunjukkan bahwa kasus stunting di Kecamatan Orong Telu ini butuh perhatian intervensi baik spesifik maupun sensitive. Rencana Program dan kegiatan terkait sanitasi dan air bersih untuk tahun 2023 di desa lokus stunting desa Mungkin rencananya akan dilaksanakan pada Tahun 2023 hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang PPM  Bappeda, Yuni Ilmi Kurniati, S.STP, M.Si. Selain itu Kepala Desa Senawang Kecamatan Orong Telu juga menyampaikan kebutuhan akan air bersih di wilayahnya dan Kepala Desa Kelawis juga menyampaikan kesiapannya untuk mengintervensi percepatan penurunan stunting melalui dukungan APBDesa dan konvergensi penurunan stunting di desa.
 
 
Sosialisasi yang dilaksanakan di Kecamatan Utan pada tanggal 3 November 2022 dibuka oleh Asisten pemerintahan dan kesejahteraan rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Sumbawa Varian Bintoro, S.Sos M.Si dan menyampaikan penguatan tim percepatan penurunan stunting kabupaten, kecamatan dan desa, kader posyandu, petugas gizi, kader Pembangunan Manusia , tim pendamping keluarga agar bersinergi dan berkoordinasi dalam memfasilitasi sasaran penurunan stunting. Kepala Desa Motong Kecamatan Utan siap untuk memfasilitasi percepatan penurunan stunting di Desa Motong dan akses 1 rumah tangga untuk sanitasi/jamban.
 
Selanjutnya di Kecamatan Rhee, Kepala Bidang Pemerintahan Desa Anhuyas, S.STP, M.Si menyampaikan kebijakan penganggaran di desa TA. 2023 dan menegaskan terkait pentingnya data dalam penurunan stunting seperti komitmnen yang disampaikan oleh Kepala Desa Luk dalam ikhtiarnya melakukan penurunan stunting misalnya dalam pemberian PMT, sasaran baduta balita yang akan diintervensi spesifik tersebut dikoordinasikan dengan petugas Kesehatan, kader PKK harus sesuadi dengan data yang ada.
Demikian pula halnya di Kecamatan Empang yang dilaksanakan pada tanggal 9 November 2022, dr. Nieta Ariyani menyampaikan faKtor determinan antara lain kepemilikan JKN, akses sanitasi/jamban dan air bersih, paparan asap rokok, yang mempengaruhi masih adanya kejadian stunting di Kecamatan Empang.
 
 
Keberhasilan ikhtiar percepatan penurunan stunting ini tidak terlepas dari komitmen seluruh pihak, perencanaan dan penganggaran melalui intervensi spesifik 25%, intervensi sensitive 70% dan 5% kerjasama lintas sektor/konvergensi penurunan stunting, mengurangi dan mengatasi faktor determinan melalui intervensi spesifik dan sensitif oleh masing-masing pemangku kepentingan sesuai dengan tugas dan fungsi. Melakukan inovasi-inovasi seperti praktik baik yang dilakukan oleh ketua IBI Kabupaten Sumbawa yaitu DAMMIL 3.3 (pendampingan ibu Hamil trisemester 3), inovasi Ketua TP-PKK Desa Labuhan Sumbawa GOSTING (gojek food stunting) dalam pemberian PMT secara bertahap dalam kurun waktu tertentu dengan melibatkan kader PKK, ojek setempat langsung menemui dan mendampingi sasaran balita yang diintervensi spesifik melalui pemberian makanan tambahan, GERSATURI (gerakan makan satu telur satu hari) dari Desa Pelat Kecamatan Unter Iwes serta menggelorakan semangat inovasi daerah (gerakan aksi bersama OPD terkait dalam inovasi, dengan motto Tuntaskan Stunting menuju generasi Sumbawa berkualitas (tuntun gera sumbawaku) dengan gerakan dannaksi bersama.

 

  • Share on :

  • Berita Lainnya
  • Pemerintah Kabupaten Sumbawa Gelar Musrenbang Tematik: Perkuat Tata Kelola Lahan dan Air untuk Adaptasi Perubahan Iklim

    Pemerintah Kabupaten Sumbawa bersama Plan Indonesia menyelenggarakan Musrenbang Tematik untuk memperkuat pengelolaan lahan berkelanjutan dan sumber daya air terpadu sebagai upaya meningkatkan ketahanan lingkungan serta adaptasi terhadap perubahan iklim melalui kolaborasi lintas sektor dan partisipasi masyarakat.

    Satu Tahun Pemerintahan Jarot-Ansory Berbagai Infrastruktur Pertanian Terealisasi

    Sumbawa, SelarasNews.id – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Sumbawa, Dr. Dedy Heriwibowo, memaparkan capaian satu tahun masa pemerintahan Bupati Sumbawa, Syarafuddin Jarot dan Wakil Bupati Sumbawa, Mohamad Ansori. Ia menyampaikan janji politik yang tertuang dalam 12 program unggulan telah masuk ke dalam dokumen perencanaan resmi dan sebagian besar telah mulai terlaksana bahan sudah cukup banyak yang terealisasi.

    Target Layani 200 Ribu Jiwa di Sumbawa, 122 Unit SPPG Tuntas Sesuai Arahan Pemerintah Pusat

    Sumbawa, SelarasNews.id – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sumbawa terus memacu akselerasi program penguatan gizi masyarakat melalui penyediaan Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) atau yang dikenal dengan Dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah strategis ini dilakukan guna memastikan terpenuhinya kebutuhan nutrisi bagi ratusan ribu warga di Tanah Intan Bulaeng.