BERITA

Verifikasi Pilar 4 dan 5 pada Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di Kabupaten Sumbawa

Senin, 28 November 2022   eve   837  
Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) merupakan pendekatan untuk mengubah perilaku hygiene dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode pemicuan melalui 5 (lima) pilar STBM, yaitu :
  1. Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS);
  2. Cuci Tangan Pakai Sabun (CPTS) di waktu penting, yaitu sebelum & sesudah makan, setelah dari toilet, sebelum menyusui anak;
  3. Pengolahan air minum dan makanan, yaitu dengan merebus air sebelum diminum dan menutup makanan agar terhindar dari lalat;
  4. Pengolahan sampah rumah tangga dengan memilah sampah daur ulang dan mengolah sampah; serta
  5. Pengolahan limbah cair rumah tangga agar tidak mengotori lingkungan.
 
Tim Kelompok Kerja Perumahan, Permukiman, Air Minum dan Sanitasi (POKJA PPAS) Provinsi NTB melakukan kunjungan ke 20 kecamatan di Kabupaten Sumbawa pada tanggal 28 November 2022 untuk melakukan verifikasi terhadap Pilar 4 dan 5 STBM untuk melihat progress program STBM pada lingkup pemerintahan desa. Kedatangan tim POKJA PPAS Provinsi NTB disambut oleh Bupati Sumbawa di Aula Hasan Usman-Lantai 1 Kantor Bupati Sumbawa. Turut mendampingi perwakilan OPD bersama Yayasan PLAN International Indonesia.
 
 
Desa Buin Baru di Kecamatan Buer merupakan salah satu desa yang mendapat kunjungan Tim POKJA PPAS Provinsi NTB, dalam kunjungan ini Tim Verifikasi didampingi oleh Perwakilan POKJA PKP Kabupaten Sumbawa dan telah melakukan survey/wawancara terkait verifikasi pilar 4 dan pilar 5 STBM terhadap 10 sample Rumah Tangga. Dalam kedatangannya di desa Buin Baru, Tim Verifikasi Provinsi NTB diterima oleh Camat Buer, Kepala UPT Puskesmas Buer & Kepala Desa Buin Baru di Aula Kantor Desa Buin Baru.
 
 
 
Adapun hasil verifikasi pilar 4 dan pilar 5 STBM yang disampaikan oleh Tim POKJA PPAS Provinsin NTB dijabarkan melalui tabel dibawah ini :
 
 
Berdasarkan hasil verifikasi pilar 4 dan 5 STBM di tabel atas, Kabupaten Sumbawa dinyatakan telah “lulus” sebagai Kabupaten STBM ke empat di Provinsi NTB, setelah Kabupaten Sumbawa Barat, Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat. Prosesi serah terima hasil verifikasi Pilar 4 dan 5 Program STBM diterima oleh Wakil Bupati Sumbawa bersama Perwakilan OPD serta Yayasan PLAN International Indonesia di Aula Hasan Usman-Lantai 1 Kantor Bupati Sumbawa. Terhadap desa/kelurahan yang mendapat predikat “cukup” dan “kurang” akan dilakukan intervensi oleh Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Kecamatan agar status Kabupaten STBM tetap terjaga.
 

 

  • Share on :

  • Berita Lainnya
  • Pemerintah Kabupaten Sumbawa Gelar Musrenbang Tematik: Perkuat Tata Kelola Lahan dan Air untuk Adaptasi Perubahan Iklim

    Pemerintah Kabupaten Sumbawa bersama Plan Indonesia menyelenggarakan Musrenbang Tematik untuk memperkuat pengelolaan lahan berkelanjutan dan sumber daya air terpadu sebagai upaya meningkatkan ketahanan lingkungan serta adaptasi terhadap perubahan iklim melalui kolaborasi lintas sektor dan partisipasi masyarakat.

    Satu Tahun Pemerintahan Jarot-Ansory Berbagai Infrastruktur Pertanian Terealisasi

    Sumbawa, SelarasNews.id – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Sumbawa, Dr. Dedy Heriwibowo, memaparkan capaian satu tahun masa pemerintahan Bupati Sumbawa, Syarafuddin Jarot dan Wakil Bupati Sumbawa, Mohamad Ansori. Ia menyampaikan janji politik yang tertuang dalam 12 program unggulan telah masuk ke dalam dokumen perencanaan resmi dan sebagian besar telah mulai terlaksana bahan sudah cukup banyak yang terealisasi.

    Target Layani 200 Ribu Jiwa di Sumbawa, 122 Unit SPPG Tuntas Sesuai Arahan Pemerintah Pusat

    Sumbawa, SelarasNews.id – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sumbawa terus memacu akselerasi program penguatan gizi masyarakat melalui penyediaan Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) atau yang dikenal dengan Dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah strategis ini dilakukan guna memastikan terpenuhinya kebutuhan nutrisi bagi ratusan ribu warga di Tanah Intan Bulaeng.