BERITA

Pembekalan persiapan Implementasi Kurikulum Merdeka Training of Trainers Tahap 2 bersama INOVASI (Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia)

Rabu, 20 Juli 2022   eve   646  
Sebagai tindaklanjut Implementasi Kurikulum Merdeka Training of Trainers (TOT IKM) dilaksanakan TOT IKM tahap 2 untuk fasilitator daerah, pengawas dan LPTK (Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan), bertempat di Hotel Grand Sumbawa pada hari Rabu dan Kamis tanggal 19 – 20 Juli 2022. Persiapan Implementasi Kurikulum Merdeka ini akan dilaksanakan di satuan pendidikan yang menjadi sekolah sasaran pilot di beberapa kecamatan di Kabupaten Sumbawa, yaitu
  1. Kecamatan Utan (SMPN 1 Utan, SDN 1 Utan, SDN 2 Utan, SDN Sekokok, MI Nurul Hidayah dan TK Diniyah);
  2. Kecamatan Sumbawa (SMPN 2 Sumbawa, SDN 1 Sumbawa, SDN 6 Sumbawa, SDN 8 Sumbawa, MI Al-Ma’rif Sumbawa, dan TKN Pembina Sumbawa);
  3. Kecamatan Labuhan Badas (SMPN 5 Satap Labuhan Badas, SDN 1 Labuhan Badas, SDN 2 Labuhan Badas, SDN 1 Pulau Medang, SDN 2 Pulau Medang dan TK Tunas Bangsa);
  4. Kecamatan Plampang (SMPN 3 Plampang, SDN 1 Plampang, SDN 2 Plampang, SDN 3 Plampang, MIN Sejari dan TK Darmawanita); dan
  5. Kecamatan Lunyuk (SMPN 2 Lunyuk, SDN Padasuka, SDN perung, SD IT Hamzanwadi, MI NW padasuka dan TK Al Ikhlas).
Akibat dari adanya learning loss selama masa pandemi Covid-19, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi mengeluarkan kebijakan terkait kurikulum merdeka sebagai langkah pemulihan pembelajaran di satuan pendidikan tahun 2022 – 2024.  Kurikulum Merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam di mana konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi. Guru memiliki keleluasaan untuk memilih berbagai perangkat ajar sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik (ditpsd kemdikbudristek).
Namun bagi sekolah yang belum siap menggunakan kurikulum merdeka masih dapat menggunakan kurikulum 2013 sebagai dasar pengelolaan pembelajaran, begitu juga dengan kurikulum darurat yang merupakan modifikasi dari kurikulum 2013 masih dapat digunakan oleh satuan pendidikan. Oleh karena itu melalui kegiatan ini beberapa tahapan telah dilaksanakan oleh INOVASI NTB bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa serta Bappeda Kabupaten Sumbawa agar implementasi kurikulum merdeka ini dapat dilaksanakan di satuan pendidikan lokus pilot pelaksanaan kegiatan.
  • Share on :

  • Berita Lainnya
  • Workshop Demplot Agroforestri: Elaborasi Inovasi dan Pembangunan Terpadu untuk Keberlanjutan Sumbawa

    Workshop Demplot Agroforestri Program CERAH di Sumbawa resmi dibuka dengan semangat kolaborasi antara pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat. Hari pertama diisi dengan diskusi inspiratif tentang konsep IAD Sumbawa, praktik agroforestri untuk menjaga DAS, serta pentingnya melibatkan perempuan dan generasi muda dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan ekonomi daerah.

    Progress Per Juni 2026 : Bersama Membangun Sumbawa Unggul, Maju dan Sejahtera

    Pemerintah Kabupaten Sumbawa di bawah kepemimpinan Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P. dan Drs. H. Mohamad Ansori terus menunjukkan komitmen dalam mewujudkan pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Hingga Juni 2026, berbagai program unggulan telah berjalan dan memberikan manfaat nyata, mulai dari pembangunan infrastruktur irigasi dan jalan, peningkatan pendapatan daerah, penciptaan tenaga kerja unggul, penguatan UMKM dan investasi, perlindungan sosial pekerja rentan, pemberian insentif bagi tokoh agama, hingga dukungan pendidikan melalui Kartu Sumbawa Pintar (KSP). Berbagai capaian tersebut merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk mewujudkan visi besar β€œSumbawa Unggul, Maju dan Sejahtera”, melalui pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.