BERITA

Workshop Demplot Agroforestri: Elaborasi Inovasi dan Pembangunan Terpadu untuk Keberlanjutan Sumbawa

Jumat, 26 Juni 2026   oktvn   100  

Sumbawa, 26 Juni 2026 – Yayasan Plan International Indonesia dengan dukungan ANCP-DFAT melalui Program CERAH (Cerdas Kelola Air dan Lahan untuk Keberlanjutan) menyelenggarakan Workshop Demplot Agroforestri di Aula La Grande Sumbawa Grand Hotel. Kegiatan ini diawali dengan registrasi peserta, menyanyikan Lagu Indonesia Raya, pembacaan doa, serta sambutan dari Project Coordinator CERAH NTB. Sambutan resmi Kepala BAPPERIDA Kabupaten Sumbawa diwakilkan oleh Sekretaris BAPPERIDA, Ibu Dwi Rahayu Ratih WS, ST., MM., yang menegaskan: “Workshop ini menjadi wadah mengelaborasi pemikiran, berbagi pengetahuan, pengalaman, ide-ide serta inovasi untuk menjadi bagian dari success story Program CERAH bersama PLAN Indonesia. Tantangan sektor penggunaan lahan semakin kompleks, sehingga agroforestri hadir sebagai solusi nyata yang mengombinasikan kehutanan dengan pertanian maupun peternakan. Demplot yang kita bangun akan menjadi laboratorium hidup, pusat inspirasi, dan media belajar bagi desa-desa lain di Kabupaten Sumbawa.”

Sesi pembukaan dilanjutkan dengan Talkshow yang dimoderatori oleh Beni Kertapati, Konsultan Asisten Fasilitator PLAN Indonesia, menghadirkan tiga narasumber utama. Pak Andi Kusmayadi, Kepala Bidang Perekonomian dan SDA BAPPERIDA Kabupaten Sumbawa, memaparkan materi Membangun Ekosistem IAD Sumbawa. Beliau menekankan: “Konsep Integrated Area Development (IAD) Sumbawa adalah model pembangunan berbasis konsolidasi ekonomi lanskap. Dengan intervensi hulu seperti bantuan teknologi, perluasan wanatani, ternak, hingga agroforestri, IAD diharapkan menjadi daya tarik investasi sekaligus solusi keberlanjutan ekonomi Sumbawa.”

Selanjutnya, Ibu Wening Kusumawardani, Akademisi Universitas Samawa, menyampaikan materi Praktik Agroforestry: Solusi Integratif Manajemen Daerah Aliran Sungai (DAS). Ia menegaskan: “Monokultur intensif di hulu memicu reaksi berantai kerusakan ekosistem. Agroforestry bekerja dengan menghentikan erosivitas sebelum menyentuh tanah, melalui berbagai praktik seperti agrisilvikultur, silvopasture, agrosilvopasture, riparian buffer, aplikultur, hingga hutan rakyat. Fondasi keberhasilan terletak pada spesies fungsional, presisi kontur, dan keterlibatan aktor lokal.”

Sebagai narasumber terakhir, Pak Giri Arnawa, Tim Ahli Gubernur NTB, menegaskan pentingnya konservasi DAS dan pemberdayaan masyarakat melalui Program CERAH. Beliau menyampaikan: “Penting melibatkan perempuan dalam penanaman serta mendorong anak-anak muda desa agar aktif sejak dini dalam agroforestri. Dengan vegetasi yang tepat, air hujan dapat ditahan sebagai surface water sehingga siklus air DAS tetap terjaga. Agroforestri menawarkan lanskap berkelanjutan yang jauh lebih kuat dibandingkan monokultur.” Kegiatan hari pertama kemudian dilanjutkan dengan identifikasi lahan demplot, pemetaan potensi komoditas, serta penerapan konservasi tanah sederhana, sebelum ditutup dengan komitmen bersama untuk melanjutkan agenda teknis pada hari kedua.

Kegiatan dilanjutkan dengan identifikasi lahan lokasi demplot agroforestri yang difasilitasi oleh tim teknis. Peserta bersama fasilitator melakukan pemetaan awal terhadap lahan yang akan dijadikan percontohan, dengan mempertimbangkan kondisi ekologis dan sosial di desa dampingan. Sesi ini menjadi tahapan strategis untuk memastikan rencana demplot sesuai dengan kebutuhan lokal dan potensi wilayah.

Pada siang hingga sore hari, peserta mendalami potensi komoditas di masing-masing lokasi serta penerapan konservasi tanah sederhana sebagai bagian dari sistem agroforestri. Fasilitator menekankan pentingnya teknik konservasi untuk menjaga produktivitas lahan sekaligus memberikan pembelajaran langsung kepada petani. Hari pertama ditutup dengan komitmen bersama untuk melanjutkan diskusi teknis pada hari kedua, termasuk kunjungan lapangan ke Desa Batutering sebagai lokasi praktik agroforestri.

  • Share on :

  • Berita Lainnya
  • Progress Per Juni 2026 : Bersama Membangun Sumbawa Unggul, Maju dan Sejahtera

    Pemerintah Kabupaten Sumbawa di bawah kepemimpinan Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P. dan Drs. H. Mohamad Ansori terus menunjukkan komitmen dalam mewujudkan pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Hingga Juni 2026, berbagai program unggulan telah berjalan dan memberikan manfaat nyata, mulai dari pembangunan infrastruktur irigasi dan jalan, peningkatan pendapatan daerah, penciptaan tenaga kerja unggul, penguatan UMKM dan investasi, perlindungan sosial pekerja rentan, pemberian insentif bagi tokoh agama, hingga dukungan pendidikan melalui Kartu Sumbawa Pintar (KSP). Berbagai capaian tersebut merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk mewujudkan visi besar β€œSumbawa Unggul, Maju dan Sejahtera”, melalui pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.