BERITA

Workshop Pengolahan dan Analisis Data Kesulitan Fungsional Belajar Siswa Berbasis Aplikasi Kobo Toolbox Kolaborasi Pemerintah-LPTK-INOVASI

Selasa, 14 Juni 2022   eve   269  

Guna meningkatkan akses pemangku kepentingan kunci tingkat kabupaten terhadap data tentang jumlah dan jenis kesulitan, serta persebaran siswa yang mengalami kesulitan fungsional belajar, dilaksanakan workshop pengolahan dan analisis data (KFBS) Kobo Toolbox yang telah dikumpulkan menggunakan instrumen berbasis aplikasi Kobo Toolbox dari beberapa satuan pendidikan jenjang SD/MI dan SMP/MTs di Kabupaten Sumbawa. Pelaksanaan kegiatan berlangsung selama 1 (satu) hari efektif yaitu Hari Selasa Tanggal 14 Juni 2022 bertempat di Hotel Grand Sumbawa yang diikuti oleh peserta dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa, Bappeda Kabupaten Sumbawa, Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa, Sekretaris Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Kabupaten Sumbawa, dan STKIP Cendekia NW Sumbawa.

Kegiatan dibuka oleh Plt. Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pembangunan Daerah Kabupaten Sumbawa E.S. Adi Nusantara H, S.Sos, M.T., dalam sambutan dan arahannya disampaikan bahwa kegiatan ini sangat diapresiasi dan selaras dengan kebijakan dan strategi dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Sumbawa Tahun 2021-2026 bahwa salah satu poin indikator makro adalah capaian Indeks Pembangunan Manusia khususnya di Kabupaten Sumbawa masih perlu ditingkatkan, salah satunya adalah melalui capaian standar pelayanan minimal di bidang Pendidikan. Terkait pula dengan data kerentanan anak sekolah yang memiliki kesulitan fungsional ini dapat diolah dalam sistem aplikasi toolbox ini sehingga terlihat langkah-langkah kebijakan apa yang perlu diambil untuk mencari solusi melalui integrasi pelaksanaan program dan kegiatan dalam proses perencanaan, pengganggaran dan pembangunan daerah. Kegiatan in juga diharapkan dapat mendorong terpenuhinya Hak Anak dan perlindungan dan mendorong capaian kinerja Kabupaten Sumbawa menuju Kabupaten Layak Anak karena salah satu kluster yang mendorong adalah bagaimana aspek-aspek dalam kluster pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan budaya terpenuhi melalui pemenuhan hak anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

Selanjutnya coordinator provincial manager INOVASI NTB, Bapak Jamarudin menyampaikan latar belakang dilaksanakannya kegiatan bahwa kegiatan ini dirancang dan dilaksanakan dengan memperhatikan aspek kesetaraan gender, disabilitas, inklusi sosial dan perlindungan anak. Sesuai dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat telah melakukan salah satu langkah penting untuk menjamin agar semua anak mendapatlkan layanan pendidikan yang memadai sesuai kondisi dan kebutuhannya dengan menerbitkan Peraturan Gubernur Nomor 2 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif. Untuk mendorong implementasi kebijakan dimaksud secara optimal diperperlukan data yang valid atau bukti-bukti yang akurat melalui kegiatan ini dashboard Pendidikan Inklusi (PI). Langkah ini sangat relevan dengan upaya untuk mendorong perumusan kebijakan berbasis bukti, fakta dan/atau data.

Hambatan dan tantangan yang dialami anak-anak yang mengalami kesulitan fungsional ini contoh di desa yang jauh dari kota tidak terdapat Sekolah Luar Biasa akhirnya anak tersebut tidak dapat mengenyam pendidikan sebagaimana anak-anak seusianya ditambah lagi dengan adanya mindset orang tua dan lingkungan sekitar yang merasa kurang percaya diri terhadap kesulitan fungsional yang dialami anak tersebut ditambah lagi dengan keterbatasan sumberdaya menyebabkan hak anak untuk mendapatkan pendidikan terbatas. Jenis-jenis kesulitan fungsional pada siswa penyandang disabilitas sebagaimana terlampir dalam tautan berikut (sumber: https://www.edukasinfo.com/2021/11/kesulitan-fungsional-dalam-profil.html).

Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah pemangku kepentingan kunci baik pemerintah provinsi maupun kabupaten di NTB memiliki akses data anak yang mengalamai kesulitan fungsional belajar sebagai dasar dalam perencanaan dan penetapan tujuan terkait pendidikan inklusi dan disabilitas, juga disepakatinya tata kelola sistem informasi data secara terintegrasi dan berkelanjutan.

  • Share on :

  • Berita Lainnya
  • Workshop Demplot Agroforestri: Elaborasi Inovasi dan Pembangunan Terpadu untuk Keberlanjutan Sumbawa

    Workshop Demplot Agroforestri Program CERAH di Sumbawa resmi dibuka dengan semangat kolaborasi antara pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat. Hari pertama diisi dengan diskusi inspiratif tentang konsep IAD Sumbawa, praktik agroforestri untuk menjaga DAS, serta pentingnya melibatkan perempuan dan generasi muda dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan ekonomi daerah.

    Progress Per Juni 2026 : Bersama Membangun Sumbawa Unggul, Maju dan Sejahtera

    Pemerintah Kabupaten Sumbawa di bawah kepemimpinan Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P. dan Drs. H. Mohamad Ansori terus menunjukkan komitmen dalam mewujudkan pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Hingga Juni 2026, berbagai program unggulan telah berjalan dan memberikan manfaat nyata, mulai dari pembangunan infrastruktur irigasi dan jalan, peningkatan pendapatan daerah, penciptaan tenaga kerja unggul, penguatan UMKM dan investasi, perlindungan sosial pekerja rentan, pemberian insentif bagi tokoh agama, hingga dukungan pendidikan melalui Kartu Sumbawa Pintar (KSP). Berbagai capaian tersebut merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk mewujudkan visi besar β€œSumbawa Unggul, Maju dan Sejahtera”, melalui pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.