Pokja AMPL (Kelompok Kerja Air Minum dan Penyehatan) adalah kelompok kerja berstatus lembaga adhoc yang terdiri dari para pemangku kepentingan pembangunan sektor air minum dan sanitasi. Pembangunan sektor air minum dan sanitasi adalah pekerjaan yang dilakukan oleh banyak sektor dan tidak bisa dikerjakan sendiri oleh satu institusi saja. Karena dikerjakan banyak pihak, diperlukan koordinasi yang cukup kuat, sehingga tumbuhlah kebutuhan akan satu wadah/forum koordinasi. Forum koordinasi ini lalu biasa disebut dengan Pokja AMPL. Forum ini merupakan wadah yang bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan program pembangunan AMPL. Tugasnya antara lain:
Dalam sebuah kesempatan, Bappeda Kabupaten Sumbawa menyelenggarakan Rapat Koordinasi POKJA AMPL BM, kegiatan tersebut diselenggarakan pada hari jum'at 26 Juni 2020 bertempat Aula Kantor Bappeda Kabupaten Sumbawa, Pada kegiatan tersbeut dihadiri oleh beberapa Anggota Pokja AMPL Bm kabupaten Sumbawa yang di pimpin oleh Kepala bidang perencanaan Sosial Budaya Bappeda Kabupaten Sumbawa.
Rapat Koordinasi Studi Strategi Penanggulangan Kemiskinan Melalui Pemanfaatan Pekarangan di Kabupaten Sumbawa yang dilaksanakan pada Selasa 9 Juni 2026 di Aula Bapperida Kab. Sumbawa.
Sosialisasi proyek SPAM Berinsila dan Aite di Kabupaten Sumbawa menegaskan komitmen pemerintah dalam memperluas layanan air minum melalui pendanaan APBN dengan cakupan teknis yang mencakup rehabilitasi pipa, perluasan jaringan distribusi, serta penambahan sambungan rumah. Bupati Sumbawa menekankan pentingnya sinergi seluruh pihak untuk memastikan mutu, ketepatan waktu, dan keberlanjutan layanan, sementara Bapperida menegaskan perlunya pengawasan rutin agar manfaat proyek benar-benar dirasakan masyarakat.
Workshop Pemanfaatan DTSEN Kabupaten Sumbawa pada 29–30 April 2026 menegaskan pentingnya data terpadu sebagai dasar perencanaan pembangunan berbasis bukti, dengan fokus pada pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Layanan Dasar.