Pokja AMPL (Kelompok Kerja Air Minum dan Penyehatan) adalah kelompok kerja berstatus lembaga adhoc yang terdiri dari para pemangku kepentingan pembangunan sektor air minum dan sanitasi. Pembangunan sektor air minum dan sanitasi adalah pekerjaan yang dilakukan oleh banyak sektor dan tidak bisa dikerjakan sendiri oleh satu institusi saja. Karena dikerjakan banyak pihak, diperlukan koordinasi yang cukup kuat, sehingga tumbuhlah kebutuhan akan satu wadah/forum koordinasi. Forum koordinasi ini lalu biasa disebut dengan Pokja AMPL. Forum ini merupakan wadah yang bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan program pembangunan AMPL. Tugasnya antara lain:
Dalam sebuah kesempatan, Bappeda Kabupaten Sumbawa menyelenggarakan Rapat Koordinasi POKJA AMPL BM, kegiatan tersebut diselenggarakan pada hari jum'at 26 Juni 2020 bertempat Aula Kantor Bappeda Kabupaten Sumbawa, Pada kegiatan tersbeut dihadiri oleh beberapa Anggota Pokja AMPL Bm kabupaten Sumbawa yang di pimpin oleh Kepala bidang perencanaan Sosial Budaya Bappeda Kabupaten Sumbawa.
Pemerintah Kabupaten Sumbawa menggelar rangkaian kegiatan yang memadukan peluncuran Gerakan Penanaman Pohon dengan penguatan ekosistem inovasi melalui Seminar Innovation Hub dan pengumuman pemenang LIDA 2025. Kegiatan ini menjadi momentum kolaborasi lintas sektor untuk mendorong pembangunan daerah yang hijau, inovatif, dan berdaya saing.
Pada hasil Interview bersama media SelarasNews.id, Kepala Bappeda Kabupaten Sumbawa, Dr. Dedi Heriwibowo membicarakan beberapa program strategis yang dijalani oleh Pemerintah Kabupaten Sumbawa, mulai dari Penurunan Stunting, Penguatan Ekonomi, hingga Akselerasi Kawasan Samota.
Pemerintah Kabupaten Sumbawa menggelar Rapat Koordinasi Infrastruktur 2025 sekaligus meluncurkan Program Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (LLTT). Kegiatan ini mengusung tema โSinkronisasi Pembangunan Berkelanjutanโ sebagai upaya memperkuat kolaborasi lintas sektor demi pembangunan daerah yang lebih terarah dan berkelanjutan.