Rapat koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) berlangsung di ruang Aula kantor Bappeda Kabupaten Sumbawa. Rapat dibuka oleh Sekretaris Bappeda Kabupaten Sumbawa E. S. Adi Nusantara. MT pada Selasa 7 Oktober 2019. Rapat koordinasi dihadiri Kepala Dinas Lingkup Pemerintah Kabupaten Sumbawa, Yayasan Rumah Zakat, Kepala Bidang dan Kepala Subbidang lingkup Bappeda Kabupaten Sumbawa.
Rapat koordinasi ini bertujuan mengevaluasi pelaksanaan Program Percepatan Penanggulangan Kemiskinan yang dilaksanakan terkait dengan MoU antara ketua TKPKD Provinsi NTB dengan Ketua TKPKD Kabupaten Sumbawa dengan menghasilkan 13 program penanggulangan Kemiskinan diantaranya 1). Pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). 2). Jamban Keluarga. 3). Rumah Layak Huni. 4) Kelompok Usaha Bersama (KUBE) 5) Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) 6) Pengelolaan Sampah (Bank Sampah) 7) Pembangunan Sarana Air Bersih 8) Pengembangan Desa Wisata. 9) Pengembangan Pertanian Konservasi 10) Sambungan Listrik Murah dan Hemat 11) Desa Berdaya 12) Motorisasi Nelayan dan Budidaya Udang panama. 13) Ketahanan Keluarga berbasis pendidikan dan revitalisasi Posyandu.
Menurut Kepala Bappeda Kabipaten Sumbawa “penanganan masalah kemiskinan di Kabupaten Sumbawa harus dilakukan secara integrasi dengan kegiatan-kegiatan lintas sektoral. Selain itu, yang paling utama harus didukung dengan basis data yang lengkap”.
Hal yang menarik pada Rapat Koordinasi tersebut adalah dengan kehadiran fasilitator dari Yayasan Rumah Zakat, Yayasan Rumah Zakat hadir dengan Program Desa Berdaya nya. Pada dasarnya desa berdaya hadir dengan program tentang Ekonomi, Kesehatan, Pendidikan, Lingkungan dan Pembinaan Masyarakat.
Rapat Koordinasi Studi Strategi Penanggulangan Kemiskinan Melalui Pemanfaatan Pekarangan di Kabupaten Sumbawa yang dilaksanakan pada Selasa 9 Juni 2026 di Aula Bapperida Kab. Sumbawa.
Sosialisasi proyek SPAM Berinsila dan Aite di Kabupaten Sumbawa menegaskan komitmen pemerintah dalam memperluas layanan air minum melalui pendanaan APBN dengan cakupan teknis yang mencakup rehabilitasi pipa, perluasan jaringan distribusi, serta penambahan sambungan rumah. Bupati Sumbawa menekankan pentingnya sinergi seluruh pihak untuk memastikan mutu, ketepatan waktu, dan keberlanjutan layanan, sementara Bapperida menegaskan perlunya pengawasan rutin agar manfaat proyek benar-benar dirasakan masyarakat.
Workshop Pemanfaatan DTSEN Kabupaten Sumbawa pada 29–30 April 2026 menegaskan pentingnya data terpadu sebagai dasar perencanaan pembangunan berbasis bukti, dengan fokus pada pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Layanan Dasar.