BERITA

Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Program Pengentasan Kemiskinan Kabupaten Sumbawa

Kamis, 28 Agustus 2025   oktvn   40  

Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Program Pengentasan Kemiskinan Kabupaten Sumbawa digelar pada 28 Agustus 2025 di Aula Kantor Bappeda, sebagai wujud komitmen daerah dalam mempercepat pengentasan kemiskinan yang bersifat multidimensi. Melalui koordinasi lintas sektor, diharapkan program tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling mendukung. Dibuka oleh Bapak Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, yang juga merupakan Ketua dari Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Kabupaten Sumbawa Tahun 2025. Beliau memberikan sambutan bahwa angka kemiskinan di Kabupaten Sumbawa harus segera dituntaskan dengan kiat-kiat yang ada, seperti mengolah data kemiskinan dengan “By Name By NIK”, yaitu dengan sistem pengolahan data yang telah terintegrasi dengan Nama Masyarakat miskin dengan Nomor Induk Kependudukan mereka.

Ir. H. Badrul Munir, M.M, selaku narasumber pada pertemuan ini membuka dengan memberikan penjelasan tentang pentingnya akselerasi dan aktualisasi penanggulangan kemiskinan, memanfaatkan rancangan teknokratik yang telah dimiliki, serta mengoptimalkan potensi tiga komoditas unggulan—sapi, jagung, dan rumput laut—untuk membuka lapangan kerja dan mengurangi ketimpangan pembangunan antara Lombok dan Sumbawa. Diskusi merumuskan strategi penanganan kemiskinan dalam empat klaster: perlindungan sosial berbasis keluarga, pemberdayaan masyarakat berbasis kelompok, penguatan ekonomi usaha kecil dan mikro, serta pengembangan infrastruktur desa dan wilayah. Dibahas pula perlunya keseimbangan peran pemerintah dan masyarakat, risiko kesalahan persepsi bantuan sosial, serta langkah awal penetapan klaster dan target yang jelas. Sejumlah peluang percepatan diidentifikasi, seperti penguatan otonomi desa, pemanfaatan dana pokir, efisiensi anggaran, kemitraan dengan perguruan tinggi, dukungan pendanaan swasta dan internasional, serta mendorong pasar produk olahan lokal di Nusa Tenggara Barat.

Syarifah, S.Sos., M.Si, selaku Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa, menambahkan bahwa masalah validitas data menjadi sorotan penting, mengingat perbedaan data antarinstansi di masa lalu sering memicu bias sasaran. Dinas Sosial menegaskan perlunya konsolidasi data dan perhatian khusus pada masyarakat miskin desil 1–4. Rapat merekomendasikan pembentukan tim dan sekretariat kemiskinan, penyusunan SOP validasi data, pembentukan pokja sesuai klaster termasuk pokja data, serta penjadwalan pertemuan lanjutan dalam satu bulan. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat sinergi dan efektivitas program pengentasan kemiskinan di Sumbawa.

  • Share on :

  • Berita Lainnya
  • Pemerintah Kabupaten Sumbawa Gelar Musrenbang Tematik: Perkuat Tata Kelola Lahan dan Air untuk Adaptasi Perubahan Iklim

    Pemerintah Kabupaten Sumbawa bersama Plan Indonesia menyelenggarakan Musrenbang Tematik untuk memperkuat pengelolaan lahan berkelanjutan dan sumber daya air terpadu sebagai upaya meningkatkan ketahanan lingkungan serta adaptasi terhadap perubahan iklim melalui kolaborasi lintas sektor dan partisipasi masyarakat.

    Satu Tahun Pemerintahan Jarot-Ansory Berbagai Infrastruktur Pertanian Terealisasi

    Sumbawa, SelarasNews.id – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Sumbawa, Dr. Dedy Heriwibowo, memaparkan capaian satu tahun masa pemerintahan Bupati Sumbawa, Syarafuddin Jarot dan Wakil Bupati Sumbawa, Mohamad Ansori. Ia menyampaikan janji politik yang tertuang dalam 12 program unggulan telah masuk ke dalam dokumen perencanaan resmi dan sebagian besar telah mulai terlaksana bahan sudah cukup banyak yang terealisasi.

    Target Layani 200 Ribu Jiwa di Sumbawa, 122 Unit SPPG Tuntas Sesuai Arahan Pemerintah Pusat

    Sumbawa, SelarasNews.id – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sumbawa terus memacu akselerasi program penguatan gizi masyarakat melalui penyediaan Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) atau yang dikenal dengan Dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah strategis ini dilakukan guna memastikan terpenuhinya kebutuhan nutrisi bagi ratusan ribu warga di Tanah Intan Bulaeng.