301

Moved Permanently

The document has been permanently moved.

Bapperida Sumbawa Dorong Integrasi Program CERAH dalam Pembangunan Berkelanjutan Daerah | Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah

BERITA

Bapperida Sumbawa Dorong Integrasi Program CERAH dalam Pembangunan Berkelanjutan Daerah

Rabu, 11 Februari 2026   oktvn   119  

Rapat Koordinasi Mitra Kerja Program CERAH (Cerdas Kelola Air dan Lahan untuk Keberlanjutan) dilaksanakan di Kabupaten Sumbawa pada Senin (9/2/2026) dalam rangka Monitoring, Evaluation, and Learning program. Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta dari berbagai unsur, antara lain Bapperida, OPD teknis terkait, kelompok masyarakat, serta perwakilan penyandang disabilitas. Rapat bertujuan memperkuat koordinasi dan sinergi antara pemerintah daerah dan mitra pembangunan dalam mendukung pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) serta adaptasi perubahan iklim secara berkelanjutan.

Kepala Bapperida Kabupaten Sumbawa, Dr. Dedy Heriwibowo, S.Si., M.Si., menegaskan bahwa Program CERAH memiliki peran strategis dalam mendukung program unggulan daerah, Sumbawa Hijau Lestari (SHL). “Program CERAH ini sangat relevan dengan kebijakan pembangunan daerah. Jangan sampai program hanya indah dalam istilah, tetapi harus benar-benar berdampak pada lingkungan dan ekonomi masyarakat,” ujarnya. Ia juga menekankan bahwa kolaborasi lintas OPD menjadi kunci dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan tingginya tingkat lahan kritis di Kabupaten Sumbawa.

Sementara itu, Koordinator Program CERAH YPII, Abdul Rohman, menyampaikan bahwa Program CERAH saat ini dilaksanakan di tiga wilayah DAS dengan intervensi di 22 desa. “Melalui pendampingan agroforestri, pertanian cerdas iklim, serta penyusunan rencana aksi perubahan iklim desa, kami berharap terjadi peningkatan kapasitas masyarakat sekaligus perbaikan kualitas lingkungan,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa masukan dari pemerintah daerah dan OPD dalam rapat koordinasi ini menjadi dasar penting untuk menyempurnakan pelaksanaan program pada tahun 2026 agar lebih terintegrasi dan berkelanjutan.

  • Share on :

  • Berita Lainnya
  • Surat Edaran Larangan Menanam Jagung di Kawasan Hutan, Perhutani Sosial, APL dan Tanah Negara

    Surat edaran ini berisi imbauan dan penegasan larangan menanam jagung pada kawasan hutan, wilayah perhutanan sosial, Area Penggunaan Lain (APL), serta tanah negara guna menjaga fungsi kawasan dan memastikan pemanfaatan lahan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

    Pemerintah Kabupaten Sumbawa Gelar Musrenbang Tematik: Perkuat Tata Kelola Lahan dan Air untuk Adaptasi Perubahan Iklim

    Pemerintah Kabupaten Sumbawa bersama Plan Indonesia menyelenggarakan Musrenbang Tematik untuk memperkuat pengelolaan lahan berkelanjutan dan sumber daya air terpadu sebagai upaya meningkatkan ketahanan lingkungan serta adaptasi terhadap perubahan iklim melalui kolaborasi lintas sektor dan partisipasi masyarakat.

    Satu Tahun Pemerintahan Jarot-Ansory Berbagai Infrastruktur Pertanian Terealisasi

    Sumbawa, SelarasNews.id – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Sumbawa, Dr. Dedy Heriwibowo, memaparkan capaian satu tahun masa pemerintahan Bupati Sumbawa, Syarafuddin Jarot dan Wakil Bupati Sumbawa, Mohamad Ansori. Ia menyampaikan janji politik yang tertuang dalam 12 program unggulan telah masuk ke dalam dokumen perencanaan resmi dan sebagian besar telah mulai terlaksana bahan sudah cukup banyak yang terealisasi.