Sumbawa Besar – Pemerintah Kabupaten Sumbawa menggelar rangkaian kegiatan strategis yang memadukan agenda penghijauan daerah dan penguatan ekosistem inovasi, Rabu (10/12/2025), di Aula Madilaoe ADT Kantor Bupati Sumbawa. Melalui rapat persiapan dan koordinasi lintas sektor ini, Pemkab Sumbawa resmi memulai Gerakan Penanaman Pohon sebagai bagian dari Program Sumbawa Hijau Lestari, sekaligus membuka Seminar Inovasi Daerah serta mengumumkan pemenang Lomba Inovasi Daerah (LIDA) 2025. Seluruh kegiatan tersebut menjadi momentum konsolidasi pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang berbasis inovasi.
Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP., dalam sambutannya menegaskan bahwa pelestarian lingkungan dan pengembangan inovasi merupakan dua motor utama kemajuan daerah. Ia menyebut bahwa program penghijauan bukan hanya kegiatan menanam pohon, tetapi investasi jangka panjang untuk ketahanan iklim dan kualitas hidup masyarakat. Bupati juga menekankan pentingnya digitalisasi pelayanan publik sebagai pilar inovasi pemerintahan, termasuk penggunaan aplikasi untuk monitoring program serta optimalisasi sistem surat-menyurat elektronik.
Menurut Bupati, gerakan penghijauan perlu berjalan seiring dengan tumbuhnya kreativitas masyarakat dan aparatur pemerintah. Ia mendorong setiap OPD melahirkan inovasi yang efisien, adaptif, dan berdampak langsung pada peningkatan pelayanan maupun potensi pendapatan daerah. Selain itu, ia membuka ruang seluas-luasnya bagi pelajar dan mahasiswa untuk menyumbang gagasan, karena ide-ide baru dari generasi muda kerap menawarkan sudut pandang segar dan solutif bagi pembangunan daerah.
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Forkopimda, pimpinan OPD, mitra pemerintah daerah, para rektor perguruan tinggi, tokoh masyarakat, serta para inovator dan peserta LIDA 2025. Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan komitmen kuat untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan komunitas inovator. Melalui sinergi tersebut, Pemkab Sumbawa berharap lahirnya inovasi teknologi, sosial, maupun ekonomi yang dapat mendukung efektivitas program penghijauan dan pembangunan berkelanjutan.
Kegiatan Seminar Nasional Inovation Hub menjadi wadah strategis untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, akademisi, pelaku riset, dan masyarakat dalam mendorong lahirnya inovasi yang berdampak nyata bagi pembangunan daerah. Seminar yang di moderatori oleh Joni Firmansyah, S.IP., M.I.P. serta menghadirkan lima narasumber dari berbagai sektor (Kepala Bappeda Kabupaten Sumbawa, Dr. Dedy Heriwibowo, S.Si., M.Si., Dr. H. Badrul Munir (Direktur Regional Institute 104), Dr. Arief Witarto (Perwakilan Universitas Pertahanan, Riki Aditya (Perwakilan Kemenkum NTB), Lalu Miftahul Ulum, S.T. (Perwakilan BRIDA NTB)) yang menyoroti pentingnya membangun ekosistem inovasi yang inklusif, mulai dari riset terapan, penyusunan kebijakan berbasis data, perlindungan kekayaan intelektual, hingga pemanfaatan teknologi untuk menggerakkan ekonomi lokal. Peserta yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, masyarakat umum, serta para pemenang Lomba Inovasi Daerah (LIDA) Sumbawa 2025 juga memperoleh wawasan mengenai peluang pengembangan inovasi yang dapat diterapkan untuk memperkuat sektor ekonomi, sosial, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Acara kemudian ditutup dengan penyerahan penghargaan kepada para pemenang LIDA 2025, mencakup kategori Pelajar, Mahasiswa, Masyarakat, dan OPD. Para juara menerima piagam dan uang pembinaan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam memajukan inovasi daerah. Melalui seluruh rangkaian kegiatan ini, Pemkab Sumbawa menegaskan komitmennya untuk mewujudkan Sumbawa yang hijau, maju, dan berdaya saing, serta menjadikan kolaborasi dan inovasi sebagai fondasi utama pembangunan masa depan.
Pada hasil Interview bersama media SelarasNews.id, Kepala Bappeda Kabupaten Sumbawa, Dr. Dedi Heriwibowo membicarakan beberapa program strategis yang dijalani oleh Pemerintah Kabupaten Sumbawa, mulai dari Penurunan Stunting, Penguatan Ekonomi, hingga Akselerasi Kawasan Samota.
Pemerintah Kabupaten Sumbawa menggelar Rapat Koordinasi Infrastruktur 2025 sekaligus meluncurkan Program Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (LLTT). Kegiatan ini mengusung tema โSinkronisasi Pembangunan Berkelanjutanโ sebagai upaya memperkuat kolaborasi lintas sektor demi pembangunan daerah yang lebih terarah dan berkelanjutan.
Tulisan ini mengulas capaian dan tantangan dalam pengalokasian TKDD 2026 serta memberikan gambaran arah kebijakan tahun 2027 bagi Provinsi NTB dan pemerintah kabupaten/kota. Evaluasi ini menjadi dasar dalam merumuskan langkah pembangunan yang lebih efektif dan berkelanjutan.