BERITA

Rapat Koordinasi Audit Kasus Stunting (AKSI) dan Rekonsiliasi Stunting Tingkat Kabupaten Sumbawa Tahun 2022

Kamis, 11 Agustus 2022   eve   389  
Kepala BKKBN perwakilan provinsi NTB melaksanakan kegiatan rapat koordinasi audit kasus stunting dan rekonsiliasi stunting tingkat kabupaten Sumbawa pada tanggal 11 Agustus 2022 di aula Bappeda Kabupaten Sumbawa bersama yang dihadiri oleh tim audit kasus stunting, tim percepatan penurunan stunting Kabupaten Sumbawa, Universitas Samawa, kecamatan dan desa lokus stunting tahun 2022, satgas stunting kabupaten Sumbawa, koordinator kabupaten pendamping program Generasi Emas NTB  serta stakeholder lainnya bertempat di aula Bappeda Kabupaten Sumbawa.  Audit kasus stunting adalah identifikasi risiko dan penyebab risiko pada kelompok sasaran berbasis surveilans rutin atau sumber data lainnya.
Kegiatan ini dibuka oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Varian Bintoro, S.Sos., M.Si, beliau menyampaikan arahan tentang pentingnya koordinasi, komunikasi, konvergensi pihak multi sektor, peran kecamatan desa, kelurahan, pelaksana di lapangan baik kader posyandu, kader pembangunan manusia, tim pendamping keluarga, petugas gizi dan lain-lain mengingat penanganan stunting saat ini sesuai dengan kebijakan nasional yang dilakukan melalui pendekatan penanganan dari hulu hingga ke hilir, mulai dari intervensi pada masa remaja/pre konsepsi, ibu hamil, ibu pasca persalinan, bayi dua tahun (baduta), balita melalui pendampingan keluarga berisiko stunting, surveilans gizi maupun keluarga berisiko stunting, audit kasus stunting, deteksi dini tumbuh kembang anak di posyandu dan lain-lain yang akan bermuara terhadap penurunan prevelansi stunting di Kabupaten Sumbawa.
Selanjutnya kegiatan pemaparan materi oleh BKKBN perwakilan provinsi NTB terkait Peraturan BKKBN Nomor 13 Tahun 2021 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan Dana BOKB TA.2022, Progres Program Kerja Tematik Kabupaten Sumbawa, Buku Saku Audit Kasus Stunting, Realisasi DAK Fisikdan DAK Non Fisik Subbidang KB TA. 2022 serta paparan progres pelaksanaan koordinasi TPPS Kabupaten Sumbawa, maupun Technical Asistant Satgas Stunting Kabupaten Sumbawa.
Kegiatan operasional penanganan stunting pelaksanaan dari urusan pemerintahan konkuren wajib yang tidak berkaitan dengan pelayanan dasar bidang pengendalian penduduk dan keluarga berencana subbidang keluarga berencana yaitu pendampingan calon pengantin di desa, pendampingan ibu hamil di desa, pendampingan ibu pasca persalinan di desa, surveilans stunting di tingkat desa, mini lokakarya tingkat kecamatan, audit kasus stunting, dan cetak data keluarga berisiko stunting. Progres pelaksanaan audit kasus stunting di Kabupaten Sumbawa antara lain telah ditetapkannya Surat Keputusan Bupati Sumbawa Nomor 583 Tahun 2022 tentang monitoring ke lapangan, kasus yang dibahas di AKS telah dipantau langsung dan diverifikasi langsung oleh Tim Pakar dan Tim Audit Kasus Stunting.  Hasil pelaksanaan audit kasus stunting di Kecamatan Lenangguar yang dilaksanakan pada Tanggal 28 Juli 2022 oleh Tim AKS dan sektor terkait, diperoleh informasi bahwa terdapat I orang ibu hamil yang tidak memiliki jamban, jarak kehamilan terlalu dekat, Hb di bawah 11gr/dl (anemia), Baduta 1 orang dengan BB dan TB tidak sesuai dengan umur, perkembangan motorik tidak sesuai dengan perkembangan, asupan gizi kurang, kasus stunting dan pasca salin 1 orang dengan BB lahir anak hanya 2,1 kg, ibu status anemia, kondisi bayi kuning dan ibu berusia 18 tahun.
Output dari AKS inilah yang menjadi informasi data dan perlu dilakukan penanganan stunting secara komprehensif dengan menemukan dan mengenali faktor penyebab dan penanganan yang tepat baik secara spesifik maupun sensitif, agar kasus stunting dapat di cegah dan ditangani secara terpadu.  
  • Share on :

  • Berita Lainnya
  • Workshop Demplot Agroforestri: Elaborasi Inovasi dan Pembangunan Terpadu untuk Keberlanjutan Sumbawa

    Workshop Demplot Agroforestri Program CERAH di Sumbawa resmi dibuka dengan semangat kolaborasi antara pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat. Hari pertama diisi dengan diskusi inspiratif tentang konsep IAD Sumbawa, praktik agroforestri untuk menjaga DAS, serta pentingnya melibatkan perempuan dan generasi muda dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan ekonomi daerah.

    Progress Per Juni 2026 : Bersama Membangun Sumbawa Unggul, Maju dan Sejahtera

    Pemerintah Kabupaten Sumbawa di bawah kepemimpinan Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P. dan Drs. H. Mohamad Ansori terus menunjukkan komitmen dalam mewujudkan pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Hingga Juni 2026, berbagai program unggulan telah berjalan dan memberikan manfaat nyata, mulai dari pembangunan infrastruktur irigasi dan jalan, peningkatan pendapatan daerah, penciptaan tenaga kerja unggul, penguatan UMKM dan investasi, perlindungan sosial pekerja rentan, pemberian insentif bagi tokoh agama, hingga dukungan pendidikan melalui Kartu Sumbawa Pintar (KSP). Berbagai capaian tersebut merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk mewujudkan visi besar β€œSumbawa Unggul, Maju dan Sejahtera”, melalui pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.